BERHARAP DICINTAI DAN MENCINTAI RASULULLAH ﷺ
*Ahmad Umar Efendi**Penyuluh Agama Islam KUA Bangorejo*
KHUTBAH PERTAMA
**اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.**اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.**أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.*Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Kita jalankan segala perintah-Nya dan kita tinggalkan segala larangan-Nya. Sebab, tidak ada bekal yang paling berharga untuk menghadap Allah SWT selain takwa. Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita bersama-sama merenungkan sebuah tema:“BERHARAP DICINTAI DAN MENCINTAI RASULULLAH ﷺ.”Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,Setiap manusia tentu ingin dicintai.Seorang anak ingin dicintai oleh orang tuanya.Seorang suami ingin dicintai istrinya.Seorang istri ingin dicintai suaminya.Seorang sahabat ingin dicintai sahabatnya.Tetapi ada satu cinta yang jauh lebih agung daripada seluruh cinta manusia.Yaitu cinta Allah SWT dan cinta Rasulullah ﷺ.Pertanyaannya kepada diri kita:*Apakah kita sudah mencintai Rasulullah ﷺ?Dan yang lebih dalam lagi:Apakah kita termasuk umat yang dicintai oleh Rasulullah ﷺ?Jamaah rahimakumullah,Allah SWT berfirman:قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ*Katakanlah: Jika kalian benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. Ali 'Imran: 31)Ayat ini memberikan pelajaran yang sangat dalam.Cinta bukan sekadar ucapan.Cinta harus dibuktikan dengan mengikuti orang yang kita cintai.Jika kita mengatakan mencintai Rasulullah ﷺ, maka mari kita bertanya kepada diri kita:Sudahkah kita mengikuti sunnah beliau?Sudahkah kita meneladani akhlak beliau?
Sudahkah kita berusaha menjaga lisan sebagaimana beliau menjaga lisannya?
Sudahkah kita berusaha menjadi orang yang jujur sebagaimana beliau dikenal sebagai Al-Amin.?Sudahkah kita menyayangi sesama sebagaimana Rasulullah ﷺ menyayangi umatnya?Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,Rasulullah ﷺ bukan hanya seorang nabi dan rasul.Beliau adalah manusia yang sangat mencintai umatnya.Allah SWT berfirman:لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيم*Sungguh, telah datang kepada kalian seorang Rasul dari kalangan kalian sendiri. Berat terasa olehnya penderitaan yang kalian alami, sangat menginginkan kebaikan bagi kalian, dan terhadap orang-orang mukmin beliau sangat penyantun lagi penyayang.(QS. At-Taubah: 128)Perhatikan kalimat:حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ“Beliau sangat menginginkan kebaikan bagi kalian.”
Jamaah rahimakumullah,Rasulullah ﷺ sangat menginginkan kita selamat.Beliau mengajarkan shalat agar kita dekat dengan Allah.Beliau mengajarkan sedekah agar hati kita bersih.Beliau mengajarkan kejujuran agar kehidupan kita penuh keberkahan.Beliau mengajarkan silaturahmi agar persaudaraan kita kuat.Beliau mengajarkan akhlak agar kehidupan kita menjadi indah.Beliau mengingatkan kita tentang dosa karena beliau tidak ingin umatnya terjerumus ke dalam neraka..Betapa besar cinta Rasulullah ﷺ kepada umatnya.Lalu bagaimana dengan cinta kita kepada beliau?Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,Rasulullah ﷺ bersabda:لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ*Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai aku lebih dia cintai daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia.Hadis ini menunjukkan betapa pentingnya cinta kepada Rasulullah ﷺ.Tetapi bagaimana cara mencintai beliau? Pertama, memperbanyak shalawat.Allah SWT berfirman:إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”(QS. Al-Ahzab: 56).Maka jangan biarkan lisan kita kering dari shalawat.Ketika nama Muhammad ﷺ disebut, mari kita jawab dengan penuh cinta:صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَSemoga shalawat menjadi sebab hati kita semakin dekat dengan Rasulullah ﷺ.### Kedua, mempelajari kehidupan Rasulullah ﷺ.Bagaimana mungkin kita mencintai seseorang kalau kita tidak mengenalnya?Maka mari kita membaca sirah Nabi.Kenali perjuangan beliau.Kenali kesabaran beliau.Kenali kelembutan beliau.Kenali akhlak beliau.Kenali bagaimana beliau memperlakukan keluarga, sahabat, tetangga, bahkan orang yang berbeda dengan beliau.Semakin kita mengenal Rasulullah ﷺ, insyaallah semakin besar rasa cinta kita kepada beliau. Ketiga, mengikuti sunnah dan akhlak Rasulullah ﷺ.Allah SWT berfirman:لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ*Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian.(QS. Al-Ahzab: 21)
Maka cinta kepada Rasulullah harus terlihat dalam kehidupan
Kalau Rasulullah ﷺ mengajarkan kejujuran, mari kita jujur.
Kalau Rasulullah ﷺ mengajarkan amanah, mari kita amanah.
Kalau Rasulullah ﷺ mengajarkan kasih sayang, mari kita menjadi orang yang penyayang.Kalau Rasulullah ﷺ mengajarkan memaafkan, mari kita belajar memaafkan.Kalau Rasulullah ﷺ mengajarkan menjaga lisan, mari kita berhati-hati ketika berbicara.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Tidak cukup bagi kita mengatakan:“Saya mencintai Rasulullah.Mari kita juga bertanya:“Apa yang sudah saya lakukan agar menjadi orang yang dicintai Rasulullah ﷺ?”Kita tentu berharap kelak bertemu dengan beliau.Kita berharap mendapatkan syafaat beliau.
Kita berharap dapat berkumpul bersama beliau di surga.Tetapi harapan itu harus disertai usaha.Jangan hanya berharap menjadi umat Rasulullah di akhirat, tetapi tidak mau mengikuti ajaran beliau di dunia.Jangan hanya berharap mendapatkan syafaat beliau, tetapi sunnah beliau kita tinggalkan.angan hanya banyak bershalawat dengan lisan, tetapi akhlak kita justru bertentangan dengan akhlak beliau.Mari kita buktikan cinta itu melalui amal nyata.Mulai dari keluarga.Jadilah ayah yang penyayang.Jadilah ibu yang penuh kasih sayang.Jadilah anak yang berbakti.Jadilah suami yang amanah.Jadilah istri yang menjaga kehormatan keluarga.Mulai dari lingkungan.
Jadilah tetangga yang tidak menyakiti.Jadilah orang yang suka menolong.
Jangan mudah mencela.Jangan suka memfitnah.Jangan menyebarkan berita yang belum jelas.Jangan menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk bermusuhan.Inilah sebagian bentuk cinta kepada Rasulullah ﷺ.*Jamaah Jumat yang dirahmati Allah*
Mari kita renungkan sebuah pertanyaan untuk diri kita masing-masing*Jika hari ini Rasulullah ﷺ berada di hadapan kita, apakah beliau akan melihat sesuatu dalam diri kita yang mengingatkan beliau kepada akhlak para sahabatnya?Apakah beliau melihat kejujuran?Apakah beliau melihat kasih sayang?Apakah beliau melihat kesabaran?Apakah beliau melihat ketaatan kepada Allah?Ataukah justru kita masih sibuk dengan dosa, permusuhan, kesombongan, dan kecintaan berlebihan kepada dunia?Jamaah rahimakumullah,
Kita semua memiliki dosa.Kita semua memiliki kekurangan.Kita semua pernah salah.
Tetapi jangan pernah berhenti memperbaiki diri.Mari kita pulang dari masjid ini dengan satu tekad:“Ya Allah, jadikanlah aku hamba-Mu yang mencintai Rasul-Mu dan mengikuti ajarannya.”Semoga shalawat yang kita baca bukan hanya menjadi ucapan di lisan, tetapi menjadi jalan perubahan dalam kehidupan.Semoga kita menjadi umat yang dirindukan Rasulullah ﷺ.Semoga kita mendapatkan syafaat beliau.Dan semoga kelak kita dikumpulkan bersama beliau di dalam surga Allah SWT.**أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
# KHUTBAH KEDUA**اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.**أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.**اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,Sekali lagi marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.Mari kita tanamkan dalam hati:**Kita mencintai Rasulullah ﷺ karena beliau adalah utusan Allah.Kita mengikuti Rasulullah ﷺ karena beliau adalah teladan terbaik.**Kita berharap dicintai Rasulullah ﷺ dengan cara mengikuti sunnah dan akhlak beliau.Semoga Allah menjadikan kita termasuk umat Nabi Muhammad ﷺ yang istiqamah dalam iman, istiqamah dalam ibadah, dan istiqamah dalam mengikuti ajaran beliau.Marilah kita menundukkan kepala dan memohon kepada Allah SWT.*اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.**اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ ﷺ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَيُحِبُّ نَبِيَّكَ.**اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ ﷺ الَّذِيْنَ يَتَّبِعُونَ سُنَّتَهُ، وَيُحِبُّونَهُ، وَيُكْثِرُونَ مِنَ الصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَيْهِ.**اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا شَفَاعَةَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ ﷺ، وَاحْشُرْنَا فِي زُمْرَتِهِ، وَاسْقِنَا مِنْ حَوْضِهِ شَرْبَةً هَنِيْئَةً لَا نَظْمَأُ بَعْدَهَا أَبَدًا.**اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنَا.**اَللّٰهُمَّ بَارِكْ فِي أَهْلِنَا وَأَوْلَادِنَا، وَاجْعَلْ بُيُوتَنَا بُيُوتًا مُحِبَّةً لِرَسُولِكَ، مُقِيْمَةً لِلصَّلَاةِ، مُتَمَسِّكَةً بِالْقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ.**اَللّٰهُمَّ احْفَظْ بِلَادَنَا إِنْدُوْنِيْسِيَا، وَاحْفَظْ أَهْلَهَا، وَاجْعَلْهَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِ أَهْلِهَا، وَاجْعَلْهُمْ مُتَرَاحِمِيْنَ مُتَعَاوِنِيْنَ عَلَى الْخَيْرِ وَالتَّقْوَى.*رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.**عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.**فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.
Semoga naskah ini bermanfaat untuk **Ahmad Umar Efendi, Penyuluh Agama Islam KUA Bangorejo**, dan dapat disampaikan dengan bahasa yang mengalir, menyentuh, serta mudah dipahami jamaah.

