Menjaga Tradisi Keilmuan
BANGOREJO,Sabtu,03-10-2026— Masjid Al-Huda yang berada di kawasan Sambi Timur, Sambirejo-Bangorejo, menjadi tempat berlangsungnya kegiatan kajian keislaman bertajuk “Ngaji Kitab “Hujjah Ahlus Sunnah Wal Jamaah” bersama KH.M.Zubairi Al Khafid. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperdalam pemahaman keagamaan serta menambah wawasan keilmuan mengenai ajaran Ahlus Sunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah. Kajian keagamaan ini diikuti oleh masyarakat dan jamaah yang datang untuk mendapatkan ilmu serta memperkuat pemahaman terhadap ajaran Islam. Dalam suasana majelis yang penuh kekhidmatan, jamaah menyimak penyampaian materi yang membahas pentingnya memahami dasar-dasar akidah ahlu sunah an-nahdliyah berdasarkan tuntunan Al-Qur'an, Sunnah, serta penjelasan para ulama dalam hal ini warga Nahdhiyin khusunya dan masyarakat pada umumnya.
Dalam kajiannya, KH.M. Zubairi Al Khafid mengajak jamaah untuk senantiasa belajar dan tidak berhenti menuntut ilmu agama. Pemahaman keislaman, menurutnya, perlu dibangun melalui proses belajar kepada guru dan ulama yang memiliki kapasitas keilmuan, sehingga umat tidak mudah terjebak dalam pemahaman yang keliru. Memperkuat Pemahaman ajaran Ahlus Sunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah. Kita semua mengetahui bahwa Kitab ini sendiri ditulis oleh pendiri ormas keagmaan terbesar di Indonesia bahkan dunia yakni Hadrhotus Syaikh Hujjah KH. Hasyim As’ari,menjadi menarik karena ajaran Ahlus Sunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah sangat penting karena menyentuh langsung pada kehidupan umat memahami dan menjalankan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Ahlus Sunnah Wal Jamaah dikenal sangat menekankan pentingnya berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan Sunnah dengan mengikuti pemahaman para ulama yang memiliki sanad keilmuan.
Melalui kajian tersebut, jamaah diajak untuk memahami persoalan keagamaan secara lebihmendalam, tidak sekadar berdasarkan pendapat pribadi maupun informasi yang beredar tanpa dasar yang jelas. KH.M. Zubairi Al Khafid juga menekankan pentingnya menjaga adab dalam mencari ilmu. Perbedaan dalam persoalan keagamaan hendaknya disikapi dengan ilmu, kebijaksanaan, dan tetap menjaga persaudaraan sesama umat Islam.
Kegiatan ngaji di Masjid Al-Huda bukan hanya menjadi sarana untuk memperoleh pengetahuan agama, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antarjamaah dan masyarakat.
Majelis ilmu memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius. Dengan adanya kajian rutin, masyarakat memiliki kesempatan untuk belajar, bertanya, berdiskusi, dan memperdalam pemahaman agama secara langsung dari para ahlinya agama, karena pada hakikatya kita ketika beribadah seperti sholat,puasa dan lainya sedang memebri makan ruh kita, ”Alhamdulillah hali ini menunjukan masyarakat menyadari akan nutrisi jiwa masyarakt dengan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan keagamaan seperti ini” Ungkap fasilitator kegiatan ngaji ini, Ustadz Baderi, yang sekaligus salah satu Pegawai/Penyuluh KUA Bangorejo. Kehadiran majelis seperti ini diharapkan dapat terus memberikan manfaat dan menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang memiliki pengetahuan agama, akhlak, serta kepedulian terhadap sesama, pungkasnya.
Menjaga Tradisi Keilmuan
Nagji Kitab Hujjah Ahlus Sunnah Wal Jamaah bersama KH. Zubairi Al Khafid di Masjid Al-Huda, kawasan Sambi Timur, Bangorejo, juga menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi keilmuan Islam di tengah masyarakat. Tradisi mengaji dan belajar kepada ulama merupakan salah satu cara untuk memastikan pemahaman keagamaan terus diwariskan dari generasi ke generasi. Dengan bekal ilmu yang memadai, umat diharapkan mampu menjalankan ajaran Islam dengan benar sekaligus menghadapi berbagai persoalan kehidupan dengan sikap yang bijaksana. Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah acara, tetapi dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk semakin mencintai majelis ilmu dan menjadikan kegiatan mengaji sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya, Ngaji Hujjah Ahlus Sunnah Wal Jamaah di Masjid Al-Huda ini menjadi momentum untuk kembali menguatkan semangat menuntut ilmu, mempererat ukhuwah, serta menjaga nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Semoga majelis ilmu ini senantiasa mendapatkan keberkahan dan memberikan manfaat bagi jamaah, masyarakat Sambi Timur, Bangorejo, dan umat Islam secara luas. Pungkas Yai Zubairi dalam doa penutupnya. Synh

