Wujud Pelayanan Inklusif, KUA Tegaldlimo Sukses Kawal Akad Nikah Pasangan Disabilitas di Purwoasri



KUA TEGALDLIMO — Suasana haru bercampur kebahagiaan mendalam menyelimuti Desa Purwoasri, Kecamatan Tegaldlimo, pada hari ini (20/10). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tegaldlimo secara resmi mengesahkan ikatan suci pernikahan sepasang pengantin disabilitas, Dwi Nur Arifin dan Tri Sulistyo Ningsih.

Prosesi ijab kabul yang berlangsung hari ini tidak hanya menjadi simbol persatuan dua insan, tetapi juga potret nyata kehangatan cinta yang melampaui segala keterbatasan fisik.

Khidmah dan Penuh Syahdu di Hadapan Keluarga Besar

Sejak pagi hari, kediaman mempelai di Desa Purwoasri telah dipenuhi oleh sanak saudara dan tetangga sekitar yang antusias menyaksikan momen bersejarah ini. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang menambah kekhusyukan suasana.

Saat momen inti ijab kabul tiba, ketegangan yang sempat terlihat di wajah Dwi Nur Arifin perlahan meleleh menjadi rasa lega dan bahagia saat ijab berhasil diucapkan dengan lancar dan tegas di hadapan penghulu KUA Tegaldlimo. Ucapan kata "Sah!" yang dilontarkan oleh para saksi seketika disambut dengan rasa syukur mendalam, tangis haru, serta tepuk tangan bahagia dari seluruh keluarga besar kedua mempelai.

Tri Sulistyo Ningsih yang tampil anggun dalam balutan busana pengantin tak dapat menyembunyikan rasa harunya saat menandatangani dokumen akta nikah dan menerima penyerahan mahar serta buku nikah.

Pelayanan Inklusif dan Dedikasi KUA Tegaldlimo

Kehadiran jajaran petugas dari KUA Tegaldlimo dalam prosesi ini menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan keagamaan yang inklusif, ramah disabilitas, dan setara bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Pihak KUA Tegaldlimo menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya pernikahan yang penuh inspirasi ini.

"Pernikahan Saudara Dwi Nur Arifin dan Saudari Tri Sulistyo Ningsih hari ini memberikan pelajaran berharga bagi kita semua tentang arti kesetiaan, perjuangan, dan ketulusan cinta. Keterbatasan fisik sama sekali tidak mengurangi kesucian dan keabsahan ikatan ini. Kami dari KUA Tegaldlimo merasa sangat terhormat dapat mengawal dan melayani prosesi sakral ini hingga berjalan lancar," ungkap penghulu KUA Tegaldlimo.

Wujud Kehangatan dan Dukungan Sosial

Kehadiran penuh keluarga besar dari kedua belah pihak menjadi pilar penguat bagi pasangan Dwi dan Tri. Dukungan, doa, dan kasih sayang yang mengalir deras dari orang tua serta kerabat membuktikan kuatnya rasa kekeluargaan dan kebersamaan di Desa Purwoasri.

Seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan kelancaran bagi perjalanan rumah tangga kedua mempelai. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi ramah tamah dan foto bersama yang penuh dengan senyum kebahagiaan.

Segenap keluarga besar KUA Tegaldlimo mengucapkan:

"Selamat menempuh hidup baru kepada Dwi Nur Arifin dan Tri Sulistyo Ningsih. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, serta senantiasa diliputi keberkahan Allah SWT." (Wah)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama