Banyuwangi, (Bimaa Islam)– Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi pada Rabu malam menggelar zoom meeting yang diikuti oleh lebih dari 200 peserta dari jajaran KUA, madrasah, serta unit kerja di lingkungan Kemenag. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. Akhmad Sruji Bakhtiar. Ahad malam (31/08/2025)
Dalam arahannya, Dr. Akhmad Sruji Bakhtiar menekankan pentingnya setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kemenag untuk mampu membawa diri sesuai dengan kondisi dan peran masing-masing. Menurutnya, ASN Kemenag harus menjadi teladan di tengah masyarakat, terutama dalam menjaga ketenangan, kedisiplinan, dan pengabdian, termasuk di media sosial.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kekompakan seluruh jajaran Kemenag Banyuwangi yang hadir pada pertemuan daring tersebut.
“Pada malam hari ini, Alhamdulillah seluruh komponen lengkap. Kehadiran lebih dari 200 orang merupakan bukti kebersamaan kita. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Kamil yang berkenan hadir dan memberikan pencerahan, meski di tengah padatnya agenda,” ujarnya.
Dr. Chaironi juga menyinggung perkembangan situasi di Banyuwangi, berdasarkan pemantauan bersama aparat, situasimasih kondusif.
“Kita berharap tidak ada rencana lain yang berpotensi mengganggu ketenangan masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga Banyuwangi tetap aman dan nyaman,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut dari arahan Kanwil, mulai Senin (1/1/2025), seluruh unit kerja Kemenag Banyuwangi, baik di KUA maupun madrasah, diminta untuk menggelar istighosah sebelum memulai aktivitas pelayanan dan kegiatan belajar mengajar.
“Kita berdoa bersama agar ujian yang sedang dialami bangsa ini segera diangkat oleh Allah, dan negeri kita kembali pulih, lebih baik, lebih maju, dan lebih makmur,” tambah Dr. Chaironi.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi kekompakan keluarga besar Kemenag Banyuwangi yang dengan sigap merespons arahan pimpinan, termasuk dalam menyebarkan pesan dan seruan kebersamaan melalui media sosial.
“Ini menunjukkan rasa memiliki kita terhadap Kementerian Agama. Semoga setiap langkah dan pengabdian kita dicatat Allah sebagai ibadah,” pungkasnya.
Pertemuan daring tersebut ditutup dengan sesi diskusi dan penyampaian informasi terkini dari jajaran pimpinan.
