Tausiyah di Masjid Ar Royyan: Teladani Kasih Sayang Nabi Muhammad SAW

Banyuwangi –(Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menggelar tausiyah pada Kamis (28/8/2025) di Masjid Ar Royyan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan yang diawali dengan sholat dhuha ini menghadirkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, sebagai penceramah. 


Dalam tausiyahnya, Dr. Chaironi menekankan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah teladan kemanusiaan yang universal. Rasulullah tidak membedakan agama, aliran, maupun golongan ketika berbicara tentang kasih sayang dan kemanusiaan. Ia mencontohkan kisah Nabi Muhammad yang setiap hari menyuapi seorang pengemis buta beragama Yahudi, meskipun pengemis tersebut kerap mencela beliau tanpa mengetahui bahwa yang menyuapinya adalah Nabi sendiri.

“Rasulullah mengajarkan bahwa rasa kemanusiaan dan kasih sayang harus mengalahkan segala batas. Bahkan, para sahabat juga meneladani hal ini ketika mereka menerima kaum Muhajirin di Madinah dengan tangan terbuka, memberikan tempat tinggal, pekerjaan, bahkan sebagian harta yang mereka miliki,” tutur Chaironi.

Ia juga menyinggung profil Rasulullah sebagai sosok penuh kasih sayang yang dicintai para sahabat lebih dari apapun. Kasih sayang itu pula yang membuat sahabat rela berkorban demi kebersamaan dengan Nabi, bahkan sampai ada yang mengkhawatirkan tidak dapat berkumpul dengan Rasulullah di surga. “Rasulullah kemudian menegaskan: seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya,” jelasnya.

Selain membahas keteladanan Rasulullah, Dr. Chaironi juga menyinggung sosok Umar bin Khattab. Sebelum masuk Islam, Umar dikenal keras dan pemberani, bahkan pulang berburu dengan membawa singa. Namun setelah mengenal Rasulullah, Umar menjadi pemimpin yang penuh kasih sayang. “Ketika menjabat sebagai khalifah, Umar memiliki standar evaluasi kepemimpinan yang sederhana: apakah seorang pemimpin sayang kepada rakyatnya. Jika tidak, maka langsung diberhentikan,” ungkapnya.

Pesan penting dari tausiyah tersebut adalah pentingnya membangun lingkungan kerja yang nyaman, penuh kasih sayang, dan saling menghargai. “Jika kita bisa menghadirkan kasih sayang dalam interaksi sosial, maka persoalan sebesar apapun bisa diselesaikan dengan baik. Inilah warisan akhlak Rasulullah yang perlu kita teladani,” pungkasnya.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama