Bimbingan Perkawinan KUA Srono: Menikah Sebagai Jalan Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT

Srono, 30 September 2025 – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Srono kembali menggelar kegiatan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin. Pada kesempatan kali ini, tema yang diangkat adalah “Niatkan untuk Menikah Bukan Hanya Tentang Bersatunya Dua Insan, Namun Niat untuk Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT.” Tema ini dipilih sebagai pengingat bagi pasangan calon pengantin bahwa pernikahan bukan sekadar hubungan sosial atau adat, melainkan sebuah ibadah yang memiliki kedudukan sangat agung di sisi Allah SWT.

Dalam pembukaan acara, suasana tampak khidmat ketika para calon pengantin mendengarkan wejangan dari narasumber utama. Badrul Komari, Penyuluh Agama Islam KUA Srono, menyampaikan materi pertama dengan penuh penekanan bahwa perkawinan sejatinya adalah ibadah terpanjang dalam kehidupan manusia. Ia menuturkan secara langsung:

“Perkawinan bukan hanya sekadar pengucapan akad nikah. Ia adalah ibadah terpanjang yang dimulai dari lafaz akad yang sakral, dan tidak berakhir kecuali saat maut datang memisahkan. Karena itu, setiap langkah dalam rumah tangga, sekecil apa pun, hendaknya diniatkan sebagai ibadah. Dengan begitu, pasangan akan selalu mendapat keberkahan dalam perjalanan hidupnya.”

Badrul juga menambahkan bahwa setiap pasangan perlu membekali diri dengan kesabaran, saling pengertian, dan komitmen yang kuat. Pernikahan yang diniatkan untuk ibadah akan melahirkan rumah tangga yang penuh rahmat, sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Materi kedua disampaikan oleh Iskandar, yang juga merupakan Penyuluh Agama Islam KUA Srono. Ia menekankan pentingnya niat dalam setiap aktivitas, terutama dalam membangun rumah tangga. Dengan gaya lugas, ia menyampaikan:

“Segala sesuatu bermula dari niat. Niat adalah miqot dari seluruh amal perbuatan kita. Jika niatnya lurus karena Allah, maka setiap aktivitas rumah tangga – mulai dari mencari nafkah, mengurus anak, hingga menjaga keharmonisan – semuanya bernilai ibadah. Tetapi jika niatnya hanya sekadar dunia, maka yang diperoleh pun hanya sebatas dunia.”

Iskandar menegaskan bahwa niat bukan hanya ucapan di lisan, melainkan tekad yang tertanam dalam hati dan diwujudkan dalam perbuatan. Ia mengajak para calon pengantin untuk menjadikan niat menikah sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah, bukan semata karena tuntutan usia, keluarga, atau gengsi sosial.

Kegiatan bimbingan perkawinan ini berlangsung dengan penuh antusiasme. Para peserta tampak menyimak dengan serius, beberapa bahkan mencatat poin-poin penting dari materi yang disampaikan. Di akhir sesi, para narasumber mengingatkan kembali bahwa pernikahan adalah perjalanan panjang yang membutuhkan bekal spiritual yang kuat. Dengan niat yang benar dan lurus, pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga mengantarkan keduanya semakin dekat kepada Sang Pencipta.

Acara ditutup dengan doa bersama, sebagai simbol bahwa segala ikhtiar dan perjalanan hidup rumah tangga nantinya tetap bersandar pada pertolongan Allah SWT. Bimbingan ini diharapkan mampu menjadi bekal berharga bagi calon pengantin dalam membangun rumah tangga yang kokoh, penuh keberkahan, dan diridhai oleh Allah SWT. (idear)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama