Dari Pondasi Sakinah hingga Sholat Lima Waktu, Bimwin KUA Cluring Bikin Catin Semakin Siap Menikah


 Banyuwangi (KUA Cluring) - 04 September 2025 – Suasana hangat terasa di Balai Nikah KUA Cluring pagi ini. Enam pasang calon pengantin (catin) mengikuti kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang digelar secara hybrid—sebagian hadir langsung di aula, sebagian lagi terhubung lewat Zoom Meeting. Menariknya, salah satu catin merupakan warga negara Malaysia, sehingga kegiatan ini semakin berwarna dengan kehadiran lintas budaya.

Acara dibuka oleh Kepala KUA Cluring, Gunawan, yang menegaskan pentingnya bimbingan catin sebagaimana diatur dalam PMA No. 30 Tahun 2024. “Bimwin bukan sekadar formalitas, tetapi bekal agar pasangan benar-benar siap membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah,” ujarnya penuh semangat.
Kegiatan ini menghadirkan para penyuluh agama Islam KUA Cluring sebagai pemateri utama. Dengan pengalaman mendampingi masyarakat di berbagai bidang keagamaan, para penyuluh menyampaikan materi dengan gaya yang lugas, interaktif, dan mudah dipahami. Sesekali diselipi humor ringan, membuat suasana bimbingan terasa cair dan akrab. Pendekatan humanis inilah yang membuat para catin tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif bertanya dan berdiskusi, sehingga materi benar-benar bisa membekas dalam ingatan.

Materi pembuka mengajak para catin menyelami pondasi keluarga sakinah. Peserta dikenalkan pada lima pilar keluarga sakinah, mulai dari keimanan hingga komunikasi yang sehat. Suasana semakin hidup saat dibahas perbedaan pria dan wanita dalam menghadapi masalah. Dengan gaya interaktif, penyuluh memberi contoh sehari-hari yang membuat peserta tersenyum hingga tertawa kecil, sembari merenungkan bagaimana menyikapi perbedaan itu dengan bijak.

Memasuki sesi kedua, para penyuluh menjelaskan bahwa pernikahan bukan sekadar berbagi kebahagiaan, tetapi juga berbagi tanggung jawab. Hak dan kewajiban suami-istri dipaparkan dengan lugas: suami sebagai pemimpin keluarga, istri sebagai pendamping yang mulia, serta keduanya saling melengkapi dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Banyak catin terlihat mengangguk paham, bahkan beberapa mencatat poin-poin penting di buku catatan mereka.

Sesi terakhir memberikan sentuhan spiritual yang mendalam. Para catin diajak menyadari bahwa sholat lima waktu adalah kunci keberkahan rumah tangga. Dengan menjaga sholat, keluarga tidak hanya mendapatkan ketenangan batin, tetapi juga menjadi benteng dari berbagai masalah kehidupan. Di ruangan, suasana hening penuh khidmat, seolah setiap pasangan membayangkan rumah tangga mereka yang kelak selalu bernaung dalam rahmat Allah.

Meski dilaksanakan secara hybrid, interaksi berjalan cair. Peserta offline menikmati suasana kekeluargaan di aula Balai Nikah, sementara yang mengikuti via Zoom tetap bisa berpartisipasi aktif lewat sesi tanya jawab. Kebersamaan ini terasa sebagai wujud nyata bahwa pernikahan bukan hanya urusan dua insan, melainkan juga bagian dari komunitas yang saling mendukung.

Harapannya, setiap pasangan mampu mengamalkan ilmu yang didapat, sehingga pernikahan yang mereka bangun benar-benar kokoh, penuh keberkahan, dan menjadi keluarga sakinah yang memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. (Hr.S)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama