![]() |
| Foto : KUA Tegaldlimo |
Tegaldlimo – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tegaldlimo kembali menggelar program JEMARI (Jumat Bersih Moderasi dan Berbagi) pada hari ini Jum'at (26/09), bertempat di Masjid Nurul Huda Desa Kedungasri. Kegiatan ini dirancang sebagai wujud kepedulian KUA dalam menjaga kebersihan rumah ibadah sekaligus memperkuat praktik moderasi beragama di tengah masyarakat.
Sejak pagi, jajaran pegawai KUA Tegaldlimo bersama Penyuluh Agama Islam, Penyuluh Agama Hindu, dan Penyuluh Agama Buddha bergotong royong melakukan pembersihan masjid. Mereka bersama-sama menyapu, mengepel, dan merapikan lingkungan sekitar, mencerminkan semangat kerja kolektif lintas agama. Kehadiran para penyuluh dari berbagai latar belakang agama ini menjadi simbol nyata dari harmoni dan toleransi di wilayah Tegaldlimo.
Selain kegiatan bersih-bersih, KUA Tegaldlimo juga melaksanakan agenda berbagi dengan menyerahkan bantuan paket sembako kepada dua warga jamaah sekitar masjid, yaitu Sugiyo dan Sahrawi. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari penerima, sekaligus menumbuhkan semangat solidaritas sosial di masyarakat.
Kegiatan JEMARI sendiri merupakan program inovasi KUA Tegaldlimo yang rutin digelar setiap Jumat sebulan sekali. Program ini memiliki tiga fokus utama, yaitu menjaga kebersihan rumah ibadah (Jumat Bersih), menanamkan nilai moderasi beragama melalui aksi kebersamaan (Moderasi), dan menumbuhkan kepedulian sosial dengan berbagi kepada sesama (Berbagi).
Respon masyarakat sekitar Masjid Nurul Huda pun sangat positif. Warga merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini, terlebih karena mereka melihat langsung bahwa program tersebut melibatkan berbagai pihak lintas agama yang bekerja sama tanpa sekat.
Salah satu penerima bantuan, Sugiyo, mengungkapkan rasa syukurnya. “Saya sangat berterima kasih kepada KUA Tegaldlimo yang sudah peduli dengan kami. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga saya. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berjalan dan membawa kebaikan bagi banyak orang,” ujarnya dengan haru.
Hal senada juga disampaikan oleh Sahrawi. “Kami merasa diperhatikan. Tidak hanya diberi bantuan, tapi juga melihat bagaimana bapak-bapak dari KUA dan para penyuluh lintas agama bersama-sama membersihkan masjid. Itu sangat menginspirasi kami untuk lebih menjaga kebersihan dan kebersamaan,” katanya.
Dengan terselenggaranya kegiatan JEMARI di Desa Kedungasri, KUA Tegaldlimo berharap masyarakat dapat semakin peduli terhadap kebersihan rumah ibadah, lebih aktif menumbuhkan nilai-nilai toleransi, serta semakin erat menjalin solidaritas sosial di tengah keberagaman. (WH)
