Majelis Taklim Al- Mustaqim Kedungagung Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H
Bangorejo 04-08-2025 — Dalam rangka menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat, Majelis Taklim Al-Mustaqim menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H / 2025 M, pada hari ini Kamis bertempat di salah satu Ndalem Pengasuh Pesantrren Tanwirult Thulab Kedungagung Bangoreo-Banyuwangi
Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, dihadiri oleh ratusan jamaah dari berbagai kalangan, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat dan para ibu-ibu majelis taklim dari lingkungan sekitar.
Cinta Rasul Sebagai Pondasi Akhlak
Pembina sekaligus Ketua Majelis Taklim Al-Mustaqim . Kyai Abdul Halim, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Maulid bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi sebagai sarana untuk meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
"Di tengah arus zaman yang serba cepat ini, kita perlu kembali kepada nilai-nilai luhur yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW: jujur, sabar, peduli, dan berakhlak mulia," ujar beliau.
Acara Maulid diisi dengan Kultum oleh salah satu Penyuluh Agama KUA bangorejo, Ust. Syarif Nur Hasan, yang mengangkat tema “ Lima ( 5 ) hal pengertian sebelum memahami tentang Maulud Nabi”.
Dalam Paparanya beliau mengutip sambutan Pembina majlis Taklim bahwa peringatan ini jangan samapai hanya skedar rutina seremonial belaka akan tetapi ayo bersdama-sama mengamalkan nilai-nilai yang diajarkan Nabi, seperti kasih sayang, kejujuran, dan toleransi.
“Kalau kita mencintai Nabi, maka wujudkan cinta itu dengan akhlak. Jangan hanya di lisan, tapi juga di perbuatan," ungkap beliau disambut haru oleh jamaah.
Semarak Shalawat dan Kebersamaan
Acara juga dimeriahkan dengan pembacaan Sroklan atau mahalul Qiyam yang diiringi hadrah dari remaja masjid, serta pembacaan puisi islami oleh santri TPQ Al-Mustaqim. Suasana menjadi haru saat seluruh jamaah berdiri melantunkan shalawat bersama dengan penuh kekhusyukan.
Semangat Cinta Rasul di Tengah Masyarakat
Melalui kegiatan ini, Majelis Taklim Al-Mustaqim berharap semangat cinta Rasul terus tumbuh dalam jiwa umat Islam, khususnya generasi muda, agar tetap menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama dalam membentuk masyarakat yang berakhlak, rukun, dan berdaya saing.
Adapun materi Ceramah tentang maulud diringkas kurang lebih memahami
1. Pengertian Maulid
Maulid berasal dari bahasa Arab maulidun (مولد), yang berarti kelahiran. Dalam konteks Islam, Maulid merujuk pada peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang terjadi pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah di Kota Makkah. Maulud adalah orangnya yang dilahirkan atau bayinya Nabi.
2. Tujuan Peringatan Maulid
Peringatan Maulid bukan semata-mata kegiatan seremonial atau budaya, melainkan bertujuan untuk:
Menumbuhkan rasa cinta dan rindu kepada Rasulullah SAW
Menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dan akhlak Nabi
Sebagai momentum introspeksi dan perbaikan diri
3. Posisi Nabi Muhammad SAW dalam Islam
Nabi Muhammad SAW bukan hanya sebagai pembawa risalah Islam, tetapi juga sebagai:
Uswah Hasanah (teladan yang baik) dalam segala aspek kehidupan
Penyempurna akhlak manusia (“Innama bu'itstu li utammima makarimal akhlaq”)
Pemimpin spiritual dan sosial bagi umat Islam sepanjang masa
4. Hukum Peringatan Maulid
Peringatan Maulid tidak disebutkan secara eksplisit di zaman Nabi atau sahabat, tetapi diperbolehkan selama:
Tidak mengandung syirik, bid'ah yang sesat, atau kemaksiatan
Diisi dengan kegiatan yang bermanfaat seperti zikir, sholawat, kajian sirah Nabawiyah, dan sedekah
5. Nilai-nilai yang Bisa Diambil dari Maulid
Maulid harus menjadi sarana untuk:
Meneladani akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari
Menguatkan ukhuwah Islamiyah
Meneguhkan komitmen pada ajaran Islam yang rahmatan lil 'alamin
Dengan memahami kelima pokok pengertian ini, peringatan Maulid Nabi akan menjadi lebih bermakna dan membekas dalam jiwa umat, tidak hanya sebagai perayaan, tetapi juga sebagai pengingat dan penggerak amal kebaikan.(kuabangorejo25@gmail.com)


