Penguatan Spiritualitas Jadi Bekal Penting Bagi Pasangan Pengantin Baru

Banywangi-Srono, 23 September 2025 – Bimbingan perkawinan bagi calon pengantin digelar di Balai Nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Srono. Kegiatan ini mengusung tema Penguatan Spiritualitas Rumah Tangga sebagai upaya memberikan bekal bagi pasangan calon pengantin yang akan segera melangsungkan pernikahan di wilayah kerja KUA Srono.

Acara ini menghadirkan dua penyuluh agama Islam, yakni Badrul Komari dan Muh. Khoiruddin, yang memberikan materi mendalam seputar pentingnya spiritualitas dalam kehidupan berumah tangga. Dalam penyampaiannya, Badrul Komari menegaskan bahwa memasuki kehidupan rumah tangga bukanlah perjalanan singkat, melainkan perjalanan panjang yang penuh dinamika. Setiap pasangan baru, menurutnya, pasti akan menemukan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah mereka alami dalam kehidupan lajang.

“Rumah tangga itu bagaikan samudra luas. Ada ombak besar, ada gelombang kecil, bahkan kadang badai yang tidak terduga. Jika tidak ada pegangan kuat, rumah tangga bisa goyah. Dan pegangan itu adalah iman serta doa,” tutur Badrul Komari di hadapan peserta.

Senada dengan itu, Muh. Khoiruddin menambahkan bahwa penguatan spiritualitas menjadi perhatian serius bagi pasangan pengantin baru. Spiritualitas bukan sekadar ritual ibadah, tetapi juga fondasi yang membentuk karakter, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi persoalan. Ia menekankan, doa merupakan senjata yang paling bisa diandalkan seorang hamba dalam menghadapi segala ujian.

“Doa adalah benteng. Dengan doa, hati menjadi tenang, jiwa menjadi kokoh, dan keyakinan semakin kuat bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Untuk pasangan pengantin baru, doa adalah sandaran agar rumah tangga tetap dalam bimbingan Allah SWT,” jelas Khoiruddin.

Peserta bimbingan yang merupakan calon pengantin dari berbagai desa di Kecamatan Srono tampak antusias mengikuti jalannya acara. Mereka diajak untuk merenungi bahwa ikatan pernikahan tidak hanya sekadar penyatuan dua insan, tetapi juga persekutuan batin yang harus dijaga dengan nilai-nilai spiritual.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk ikhtiar KUA Srono dalam mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah. Dengan penguatan spiritualitas, pasangan pengantin baru diharapkan mampu membangun rumah tangga yang harmonis, saling mendukung, serta tangguh menghadapi berbagai dinamika kehidupan.

Acara ditutup dengan doa bersama, sebagai simbol bahwa setiap langkah rumah tangga yang akan dibangun hendaknya selalu dimulai dengan mengingat Allah SWT. Para peserta pun berharap bimbingan ini menjadi bekal berharga dalam menapaki bahtera rumah tangga yang penuh keberkahan.(idear)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama