![]() |
| Foto : KUA Tegaldlimo |
Tegaldlimo – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tegaldlimo kembali menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan keluarga yang kokoh dengan menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis (15-16/10/2025), ini dipusatkan di Balai Nikah KUA Tegaldlimo.
Sebanyak enam pasang calon pengantin (catin) mengikuti acara ini dengan antusias. Mereka mendapatkan pembekalan komprehensif dari empat pemateri ahli di bidangnya masing-masing, yang mencakup berbagai aspek penting dalam membangun rumah tangga.
Kepala KUA Tegaldlimo dalam sambutannya menyatakan bahwa bimbingan perkawinan merupakan fondasi krusial bagi pasangan yang akan menempuh jenjang pernikahan. "Tujuan utama kami adalah memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman kepada para calon pengantin, agar mereka tidak hanya siap secara mental, tetapi juga memiliki ilmu untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah," ujarnya.
Sesi pertama diisi oleh Fazza Rousi yang membawakan materi "Mempersiapkan Keluarga Sakinah". Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya nilai-nilai agama dan komunikasi yang sehat sebagai dasar utama keharmonisan keluarga.
Pada sesi berikutnya, Wahyu Fadhli Pribadi, S.H., mengupas dua topik penting, yaitu "Mengelola Psikologi Keluarga" serta "Memenuhi Kebutuhan dan Mengelola Keuangan Keluarga". Para peserta diajak untuk memahami dinamika psikologis dalam hubungan dan strategi praktis dalam manajemen finansial rumah tangga yang efektif.
Aspek kesehatan menjadi fokus utama pada materi ketiga yang disampaikan oleh Sugiryantin, Amd.Keb. Dengan tema "Menjaga Kesehatan Reproduksi", ia memberikan edukasi vital mengenai kesehatan reproduksi bagi pasangan suami istri sebagai persiapan untuk memiliki keturunan.
Sebagai penutup, Noviyanti, S.Km., memberikan wawasan tentang "Mempersiapkan Generasi Berkualitas". Materi ini membahas pentingnya peran orang tua dalam pengasuhan, gizi, dan pendidikan anak sejak dini untuk menciptakan generasi penerus yang unggul.
Kegiatan Bimbingan Perkawinan ini diharapkan dapat menekan angka perselisihan dan perceraian dengan membekali para calon pengantin dengan ilmu yang memadai sebelum memulai kehidupan berumah tangga. Para peserta pun mengaku mendapatkan banyak pencerahan dan merasa lebih siap untuk melangkah ke gerbang pernikahan. (WH)
