BANYUWANGI — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Banyuwangi di Kecamatan Srono menjadi tuan rumah kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) pada Selasa, 11 November 2025. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi melalui Seksi Bimas Islam ini berlangsung penuh antusiasme. Terbukti, meski sebagian siswa lain telah pulang, para peserta BRUS tetap bertahan mengikuti rangkaian acara hingga sore hari.
Antusiasme itu semakin terasa ketika fasilitator mengajak peserta melakukan Tepuk RQQ (Remaja Qeren Qurani), yel-yel khas BRUS yang menjadi ikon pembentukan karakter remaja Qurani. Para peserta tampak begitu bersemangat, bahkan beberapa di antara mereka menirukan kembali tepuk tersebut di waktu istirahat sebagai wujud kegembiraan dan keterlibatan aktif mereka.
Dalam kegiatan ini, para peserta dibekali dua pilar utama dalam perkembangan remaja, yaitu mengenal diri dan pengembangan diri, sebagai fondasi pembentukan Generasi Qeren Qur’an—generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berpegang teguh pada nilai-nilai kitab suci.
Salah satu fasilitator, Dr. Ana Aniati, menyampaikan bahwa materi BRUS dirancang khusus untuk menyentuh kebutuhan psikologis dan spiritual peserta. “Materi-materi ini memang disusun untuk merangsang anak-anak agar tetap betah. Ice breaking seperti Tepuk RQQ bukan hanya hiburan, tetapi strategi agar mereka tetap antusias dan mudah menyerap materi,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia menuju Indonesia Emas tidak bisa hanya bertumpu pada jalur akademik. Pembinaan karakter dan spiritual remaja melalui program seperti BRUS merupakan elemen penting dalam menyiapkan generasi kuat yang siap menghadapi tantangan zaman.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang diwakili oleh Kasi Bimas Islam H. Mastur, S.Ag., M.Pd.I menegaskan komitmen Kemenag untuk memperluas program pembinaan remaja pada tingkat SLTA. “Kementerian Agama akan terus memperkuat hubungan dengan sekolah-sekolah. Tantangan masa depan semakin berat, sehingga remaja harus dibekali keimanan, kecerdasan emosional, dan karakter kuat sejak dini,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pembinaan remaja usia sekolah merupakan langkah strategis dalam melahirkan generasi tangguh yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam memegang nilai agama.
Kegiatan BRUS di MAN 3 Banyuwangi ditutup dengan sesi refleksi dan motivasi. Para peserta tampak enggan beranjak pulang, menunjukkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman berkesan dan bermakna bagi mereka. Semangat para remaja itu menjadi harapan baru bagi lahirnya Generasi Qurani yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter kuat menuju Indonesia Emas 2045.
