Kemenag Banyuwangi Gelar Program Literasi Keuangan Keluarga, Dorong Gerakan Keluarga Maslahat

 

Banyuwangi, 4 November 2025 — Dalam upaya mewujudkan keluarga yang sejahtera, mandiri, dan maslahat, Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menggelar kegiatan Program Literasi Keuangan Keluarga dan Pelibatan Masyarakat pada Gerakan Keluarga Maslahat, bertempat di Aula Kantor Kemenag Banyuwangi, Selasa (4/11/2025).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi, Dr. H. Chaironi Hidayat, S.Ag., M.M. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya literasi keuangan dalam rumah tangga untuk menghindari kesalahan pengelolaan ekonomi yang dapat berdampak pada keharmonisan keluarga.

“Banyak keluarga yang belum memahami bagaimana mengelola keuangan dengan baik. Padahal, persoalan ekonomi menjadi salah satu faktor terbesar pemicu konflik rumah tangga hingga perceraian,” ujarnya.

Data dari Pengadilan Agama Banyuwangi per September 2025 mencatat sebanyak 4.328 kasus perceraian, dan lebih dari 3.100 kasus di antaranya disebabkan oleh faktor ekonomi. Angka ini menjadi alarm penting bagi semua pihak untuk meningkatkan literasi keuangan keluarga.

Salah satu narasumber kegiatan, H. Imam Muklis, S.Ag., M.H.I., Kepala KUA Kecamatan Glagah, memaparkan materi tentang Pengelolaan Keuangan Keluarga. Dalam paparannya, ia mengungkapkan adanya perbedaan mencolok antara pola pikir masyarakat Indonesia dan luar negeri dalam hal mengelola aset.

“Orang Indonesia sering kali memiliki aset yang diam, seperti mobil, yang justru menggerogoti modal lain karena biaya perawatan dan depresiasi. Sedangkan orang luar negeri memiliki aset yang bergerak dan produktif, seperti properti sewa, saham, atau usaha kecil yang menghasilkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Imam Muklis juga menyoroti pentingnya pembekalan ekonomi bagi pasangan muda melalui program Bimbingan Perkawinan (Bimwin). “Pengantin baru harus membuat komitmen bersama bahwa rezeki adalah urusan Allah, namun usaha mengelolanya adalah tanggung jawab manusia. Keluarga perlu memiliki aset yang bisa menambah penghasilan, bukan sekadar menjadi beban,” tegasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh para penyuluh agama Islam, tokoh masyarakat, dan perwakilan keluarga dari berbagai kecamatan di Banyuwangi. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang berkembang terkait cara cerdas mengatur keuangan rumah tangga.

Melalui kegiatan ini, Kemenag Banyuwangi berharap terciptanya Gerakan Keluarga Maslahat yang tidak hanya kuat secara spiritual dan moral, tetapi juga tangguh dalam mengelola ekonomi keluarga menuju kehidupan yang lebih sejahtera. (Joe)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama