Bimas Islam Banyuwangi – Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Banyuwangi menggelar Aksi Sosial Moderasi Beragama bertempat di Aula Pura Agung Blambangan, Kecamatan Muncar, pada Selasa, 9 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI.
Kegiatan dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, jajaran pimpinan kepala seksi dan penyelenggara Kemenag Banyuwangi, Ketua Hari Amal Bhakti Kementerian agama Kabupaten Banyuwangi, unsur Forkopimda Kecamatan Muncar, serta lebih dari 200 penyuluh agama dari seluruh kecamatan di Banyuwangi.
Kegiatan diawali dengan pembagian paket sembako kepada kaum dhuafa yang tinggal di sekitar Pura Agung Blambangan. Aksi sosial lintas iman ini menjadi wujud nyata kepedulian IPARI dalam memperkuat nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Chaironi Hidayat menyampaikan bahwa seorang beragama harus memperkuat akidah sebagai pondasi dalam menjalankan ajaran agama. Ia mendorong para penyuluh agama untuk terus berinovasi serta berkarya dalam pelaksanaan tugas, dengan mengedepankan kemaslahatan sesuai dengan program prioritas Menteri Agama melalui tagline “Kemenag Berdampak”.
Program prioritas tersebut difokuskan pada peningkatan kerukunan dan kemanusiaan, ekoteologi dan pelestarian lingkungan, layanan keagamaan, pendidikan unggul, pemberdayaan ekonomi umat, sukses penyelenggaraan haji, serta digitalisasi tata kelola.
Selain itu, Chaironi menekankan pentingnya mewujudkan ekoteologi dengan menanamkan kesadaran lingkungan berbasis nilai-nilai agama. Konsep tersebut tercermin dalam berbagai ajaran agama, seperti khilafah dalam Islam maupun Tri Hita Karana dalam tradisi Hindu, yang mengajarkan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.
Ketua IPARI Banyuwangi menyampaikan bahwa IPARI selama dua tahun terakhir konsisten menyuarakan gerakan ekoteologi dan moderasi beragama di tengah masyarakat. Sebagai tindak lanjut, IPARI juga merencanakan pengembangan program ecobrick sebagai aksi nyata pelestarian lingkungan berbasis komunitas penyuluh agama.
Ketua IPARI, Andi Mikoyanto juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi, jajaran pimpinan, serta pemangku dan tokoh-tokoh Pura Agung Blambangan yang telah memberikan dukungan dan fasilitas sehingga kegiatan terlaksana dengan baik.
“Mari mulai dari diri kita, lingkungan terdekat, dan keluarga untuk selalu melaksanakan program ekoteologi,” pesan Ketua IPARI dalam pernyataan penutupnya.(hin)