Banyuwangi, Srono 13 Januari 2026 – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Srono kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin yang akan melangsungkan pernikahan di wilayah kerja KUA Srono. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh antusiasme dari para peserta yang hadir.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala KUA Kecamatan Srono, Fahrus Shoffi, S.H.I. Dalam pengarahannya, ia menyampaikan harapan besar agar seluruh calon pengantin mengikuti dan menyimak setiap materi yang disampaikan oleh para pemateri dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, bimbingan perkawinan merupakan bekal penting bagi pasangan suami istri agar mampu membangun rumah tangga yang kokoh, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
“Materi yang disampaikan oleh para penyuluh agama Islam ini sangat penting sebagai bekal awal membangun keluarga. Saya berharap para peserta tidak hanya mendengar, tetapi juga memahami dan mengamalkan dalam kehidupan rumah tangga nantinya,” tutur Fahrus Shoffi.
Sebagai pemateri pertama, Umi Nadziroh, Penyuluh Agama Islam KUA Srono, menyampaikan materi tentang pentingnya peran seorang ibu dalam rumah tangga. Ia menegaskan bahwa peran istri tidak boleh dipersempit hanya sebagai konco wingking yang berkutat pada urusan dapur, memasak, dan kebersihan semata. Lebih dari itu, seorang istri dan ibu memiliki peran strategis dalam menentukan arah keluarga serta menjadi pendidik pertama dan utama bagi anak-anak.
“Seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari tangannya akan lahir generasi yang berkarakter, berakhlak, dan memiliki masa depan yang baik,” jelas Umi Nadziroh.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Syaiful Bahri, Penyuluh Agama Islam KUA Srono, yang mengulas tentang pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga melalui komunikasi yang sehat. Ia menekankan agar pasangan suami istri membiasakan hal-hal sederhana namun bermakna, seperti berpamitan saat hendak bepergian, bekerja, atau meskipun hanya meninggalkan rumah dalam waktu singkat.
“Kebiasaan kecil seperti berpamitan adalah bagian dari adab dan komunikasi yang baik. Dari sinilah rasa saling menghargai, perhatian, dan kehangatan dalam rumah tangga akan tumbuh,” ungkap Syaiful Bahri.
Melalui bimbingan perkawinan ini, KUA Kecamatan Srono berharap para calon pengantin memiliki kesiapan mental, spiritual, dan sosial sehingga mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah sejak awal pernikahan. (idear)

