KUA Glagah kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan calon pengantin yang berkualitas melalui pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (BIMWIN) Mandiri yang digelar pada Rabu dan Kamis, 14–15 Januari 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Balai Nikah KUA Glagah. Kegiatan ini menjadi BIMWIN Mandiri perdana sekaligus pembuka rangkaian BIMWIN KUA Glagah di tahun 2026.
Berdasarkan data pendaftaran, jumlah calon pengantin yang seharusnya mengikuti kegiatan ini sebanyak 8 pasang, namun yang dapat hadir secara langsung sebanyak 7 pasang calon pengantin. Mengacu pada Keputusan Dirjen Bimas Islam Nomor 172 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Bimbingan Perkawinan, calon pengantin yang belum dapat mengikuti BIMWIN Mandiri ini akan diundang kembali pada jadwal BIMWIN selanjutnya. KUA Glagah sendiri secara konsisten melaksanakan kegiatan BIMWIN setiap dua minggu sekali sesuai dengan jadwal tahunan yang telah ditetapkan.
Pada BIMWIN Mandiri kali ini, hadir dua fasilitator yang berkompeten di bidang pembinaan keluarga. Yuliana, selaku Penyuluh Agama Islam, menyampaikan materi Fondasi Keluarga Sakinah dan Kesehatan Keluarga, yang menekankan pentingnya membangun rumah tangga berlandaskan nilai-nilai keimanan, keharmonisan, serta perhatian terhadap kesehatan keluarga. Sementara itu, Moch. Nurandi Jopa membawakan materi Psikologi dan Kebutuhan Keluarga, guna membekali calon pengantin dengan pemahaman tentang dinamika psikologis dalam kehidupan rumah tangga dan cara memenuhi kebutuhan pasangan secara seimbang.
Yang menjadi spesial pada pelaksanaan BIMWIN Mandiri kali ini adalah keterlibatan mahasiswa Universitas Islam Negeri KH. Achmad Siddiq (UINKHAS) Jember yang dipercaya untuk memimpin jalannya acara sekaligus terlibat dalam seluruh persiapan kegiatan. Kehadiran mahasiswa ini memberikan warna tersendiri serta menjadi wujud sinergi antara KUA Glagah dengan dunia akademik dalam mendukung program pembinaan keluarga.
Secara keseluruhan, kegiatan BIMWIN Mandiri ini berjalan lancar, tertib, dan sukses, dengan antusiasme peserta yang tinggi. Para calon pengantin mengikuti setiap sesi dengan serius dan aktif berdiskusi. Melalui kegiatan ini, diharapkan para calon pengantin memiliki bekal pengetahuan, kesiapan mental, dan spiritual yang kuat untuk membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, serta mampu menghadapi tantangan kehidupan berkeluarga di masa depan. (Joe)
.jpeg)

