KUA Srono, Banyuwangi, 14 Januari 2026 — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Srono menerima kedatangan mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari dua perguruan tinggi, yakni Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi dan Universitas Islam Negeri KH. Ahmad Shiddiq Jember. Kegiatan PPL ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran lapangan bagi mahasiswa dalam rangka mengintegrasikan teori akademik dengan praktik pelayanan keagamaan secara langsung.
Kedatangan para mahasiswa PPL tersebut disambut langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Srono, Fahrus Shofi, S.H.I., di kantor KUA Srono. Adapun mahasiswa yang mengikuti program PPL ini berasal dari dua fakultas yang relevan dengan tugas dan fungsi KUA, yaitu Mahasiswa Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri KH. Ahmad Shiddiq Jember serta Mahasiswa Fakultas Syariah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi.
Dalam sambutannya, Fahrus Shofi menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa PPL. Ia mengungkapkan rasa senang dan apresiasinya atas kepercayaan dua perguruan tinggi tersebut yang telah memilih KUA Kecamatan Srono sebagai lokasi pelaksanaan PPL. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di KUA tidak hanya menjadi sarana belajar bagi mahasiswa, tetapi juga dapat memberikan warna dan semangat baru dalam pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Fahrus Shofi berharap agar para mahasiswa PPL dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin selama menjalani praktik lapangan yang direncanakan berlangsung selama satu bulan ke depan. Ia menekankan bahwa PPL merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tugas perkuliahan, sehingga harus dijalani dengan penuh kesungguhan, tanggung jawab, serta kedisiplinan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh masing-masing kampus.
“KUA adalah tempat praktik yang sangat dekat dengan realitas sosial dan keagamaan masyarakat. Oleh karena itu, saya berharap para mahasiswa mampu belajar langsung tentang pelayanan nikah, bimbingan perkawinan, administrasi keagamaan, hingga peran penyuluhan agama yang menjadi tugas penting KUA,” ungkapnya.
Sebagai penutup pengarahannya, Fahrus Shofi menegaskan pentingnya perpaduan antara teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di lapangan. Menurutnya, pengalaman langsung berinteraksi dengan masyarakat dan memahami dinamika kerja di KUA akan memberikan tambahan ilmu, wawasan, serta keterampilan yang sangat berguna bagi mahasiswa ketika kelak terjun ke tengah masyarakat sebagai akademisi, dai, maupun praktisi hukum dan keagamaan.
Program PPL ini diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat timbal balik, baik bagi mahasiswa sebagai peserta PPL maupun bagi KUA Kecamatan Srono sebagai institusi pelayanan publik di bidang keagamaan. (idear)

