Semarak HAB ke-80 Kemenag RI, Kemenag Banyuwangi Bedah Buku Karya Kepala Kantor

BANYUWANGI (Radar Banyuwangi) Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, Panitia HAB Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan kegiatan bedah buku pada Sabtu (3/1/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banyuwangi, Kecamatan Genteng.

Buku yang dibedah berjudul Fondasi Iman dan Akhlak: Refleksi Mendalam 13 Hadits Arbain Imam Nawawi, karya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), kepala madrasah, penghulu, penyuluh agama Islam, serta pegiat literasi dari berbagai unsur masyarakat, termasuk komunitas Lentera Sastra Banyuwangi.

Hadir sebagai narasumber pembanding, Ketua Dewan Kesenian Blambangan, Hasan Basri, yang menilai buku tersebut mencerminkan kepekaan penulis dalam mengaitkan nilai-nilai keagamaan dengan realitas sosial dan budaya lokal Banyuwangi. Menurutnya, pesan-pesan keagamaan dalam buku ini disampaikan dengan bahasa yang komunikatif, luwes, dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan. 


Narasumber pembanding lainnya, Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi, Samsudin Adlawi, menyampaikan bahwa kegiatan bedah buku merupakan ruang akademik yang sehat dalam tradisi literasi. Ia menegaskan bahwa adanya kritik dan catatan perbaikan merupakan hal yang wajar dan justru menjadi indikator bahwa sebuah karya layak dibaca serta dikaji secara mendalam.

Sementara itu, Ketua Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Banyuwangi, Nurul Ludfia Rohmah, membedah buku tersebut dari perspektif sastra. Ia menilai buku ini memiliki kekuatan naratif yang mampu menjembatani teks-teks hadis dengan konteks kehidupan masyarakat kontemporer.

Dalam sesi diskusi, sejumlah pegiat literasi turut menyampaikan pandangan, di antaranya Syafaat dari Lentera Sastra Banyuwangi, Aekanu Haryono dari Komunitas Kiling Osing Banyuwangi, serta Rahmatullah Jhon. Para peserta secara umum menilai buku tersebut menarik dan bermanfaat, meskipun terdapat beberapa perbedaan sudut pandang penafsiran hadis yang masih berada dalam koridor khilafiyah dan tidak menyentuh prinsip dasar ibadah.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Dr. Chaironi Hidayat menyampaikan bahwa perbedaan pendapat merupakan bagian dari tradisi keilmuan Islam yang harus disikapi secara bijak. Menurutnya, perbedaan pandangan justru menjadi kekuatan dalam membangun pemahaman keagamaan yang moderat, inklusif, dan berwawasan kebangsaan.

Kegiatan bedah buku ini dilaksanakan setelah upacara peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia di MAN 2 Banyuwangi. Seluruh rangkaian kegiatan HAB ke-80 di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi berlangsung tertib, khidmat, dan lancar.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama