KUA Glagah Konsisten Gelar BIMWIN Dua Mingguan, Angkatan III 2026 Berlangsung Sukses

 

KUA Glagah kembali melaksanakan Bimbingan Perkawinan (BIMWIN) Mandiri bagi calon pengantin pada Rabu–Kamis, 11–12 Februari 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Balai Nikah KUA Glagah. Kegiatan ini diikuti oleh 5 pasang calon pengantin dan tercatat sebagai BIMWIN Mandiri Angkatan ke-III Tahun 2026.

Pelaksanaan BIMWIN ini merupakan bagian dari komitmen KUA Glagah dalam memberikan pembekalan komprehensif kepada calon pengantin sebelum melangsungkan akad nikah. Hal tersebut sesuai dengan Keputusan Dirjen Bimas Islam Nomor 172 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Bimbingan Perkawinan, yang mewajibkan setiap calon pengantin untuk mengikuti kegiatan BIMWIN. Secara konsisten, KUA Glagah menjadwalkan BIMWIN Mandiri setiap dua minggu sekali sebagai program rutin tahunan.

Pada kesempatan kali ini, materi disampaikan oleh para fasilitator yang kompeten di bidangnya. Husni Mustamil, selaku Penghulu, menyampaikan materi tentang membangun generasi berkualitas, dengan penekanan pada peran strategis keluarga dalam membentuk karakter dan masa depan anak.

Selanjutnya, Yuliana, Penyuluh Agama Islam, memberikan materi tentang Fondasi Keluarga Sakinah dan Kesehatan Keluarga, yang menekankan pentingnya nilai keimanan, komunikasi harmonis, serta perhatian terhadap kesehatan sebagai pondasi rumah tangga.

Sementara itu, Moch. Nurandi Jopa membawakan materi psikologi keluarga, guna membekali calon pengantin dengan pemahaman tentang dinamika emosional dalam kehidupan berumah tangga. Materi juga diperkuat oleh Abdul Azis yang menyampaikan tentang hak dan kewajiban suami, istri, dan anak, sebagai landasan membangun keluarga yang adil dan seimbang.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak aktif dan antusias mengikuti setiap sesi. Diskusi interaktif serta suasana yang komunikatif menjadikan BIMWIN Angkatan ke-III Tahun 2026 ini berjalan dengan lancar, tertib, dan sukses.

Melalui kegiatan ini, KUA Glagah berharap para calon pengantin memiliki kesiapan mental, spiritual, dan sosial yang matang, sehingga mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, serta menjadi fondasi lahirnya generasi yang berkualitas di masa depan. (Joe)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama