Menjaga Layanan Umat


Menjaga Layanan Umat, Perjalanan Seorang Kepala KUA

    Di balik ramainya prosesi akad nikah dan tertibnya administrasi keagamaan di Kantor Urusan Agama terdapat kisah pengabdian seorang aparatur negara yang bertugas di kecamtan lain. Salah satunya adalah perjalanan seorang Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Bangorejo yang baru, H. HOLIS, S.Pd.I, beliau yang akan mengemban amanah pelayanan umat di wilayah yang jauh dari daerah aslanya.

Setiap pagi, perjalanan dinasnya dimulai pukul 5:30 , dengan jarak antarkecamatan yang ditempuh -+ 1,5jam. Kondisi jalanan yang sering kali macet menjadi tantangan tersendiri. Namun, semua itu tidak menyurutkan langkahnya untuk memastikan layanan keagamaan tetap berjalan dengan baik dan sesuai aturan.

Sebagai Kepala KUA, tanggung jawab yang diemban tidak hanya sebatas administrasi pernikahan. Ia juga berperan sebagai pembina keluarga sakinah, penasehat keagamaan, sekaligus penghubung antara negara dan masyarakat. Di satu daerah yang bermacam-macam sukunya, sedang beliau sendiri  dari suku Oseng, tentu perlu penyesuaian bahasa dengan umat sekitar yang mayoritas suku Jawa dan Madura.  

 Kehadiran Kepala KUA sering kali menjadi tumpuan masyarakat dalam berbagai persoalan keagamaan, mulai dari pernikahan, wakaf, hingga pembinaan umat. Tidak jarang ia harus memfasilitasi pernikahan dengan kondisi khusus, seperti wali yang berada di luar daerah atau tidak dapat hadir langsung.

  Dalam situasi tersebut, pemahaman mendalam tentang hukum Islam dan regulasi negara menjadi kunci, termasuk penerapan taukil wali bil kitabah agar akad nikah tetap sah dan tertib. Keputusan-keputusan itu diambil dengan penuh kehati-hatian demi menjaga keabsahan hukum dan ketenangan masyarakat.

Meski jarak tempuh panjang, semangat pengabdian tetap terjaga. Baginya, tugas di daerah jauh adalah ladang amal sekaligus wujud nyata kehadiran negara dalam melayani seluruh warganya tanpa terkecuali. Senyum masyarakat setelah mendapatkan pelayanan yang layak menjadi penyemangat yang tak ternilai.

Perjalanan seorang Kepala KUA adalah potret dedikasi dan ketulusan dalam melayani umat. Dari tempat yang jauh dari tempat tinggalnya, beliau memastikan bahwa nilai-nilai agama, hukum, dan kemanusiaan tetap berjalan seiring, demi terwujudnya kehidupan masyarakat yang tertib, harmonis, dan bermartabat. 

Tepat di awal tahun dan awal bulan,  terhitung mulai tanggal 12 Januari beliau resmi memimpin KUA Bangorejo.          Bersambung..................

(ndilalahsynh@gmail.com)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama