Banyuwangi (Bimas Islam)— Dalam rangka memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik pada arus mudik tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menggelar kegiatan Koordinasi Masjid Ramah Pemudik Banyuwangi 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (12/03) bertempat di Ruang Rapat Asisten Pemerintahan Pemkab Banyuwangi.
Kegiatan koordinasi ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Chaironi Hidayat, Kasi Bimas Islam Mastur, Asisten Pemerintahan Pemkab Banyuwangi Bramuda, serta perwakilan dari Baznas, Polresta Banyuwangi,PMI dan DMI.
Dalam sambutannya, Asisten Pemerintahan Pemkab Banyuwangi Bramuda menyampaikan bahwa program Masjid Ramah Pemudik merupakan bentuk pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang melintasi wilayah Banyuwangi. Menurutnya, selama ini masyarakat lebih mengenal keberadaan posko keamanan, sehingga melalui program ini diharapkan masjid juga dapat menjadi bagian dari pos pelayanan bagi pemudik.
“Program ini bertujuan memberikan layanan kepada sesama manusia. Banyuwangi harus menjadi daerah yang ramah bagi pemudik. Selain membantu meminimalisir kecelakaan dan meningkatkan keamanan, keberadaan posko ini juga menyediakan layanan kesehatan serta pos ramah pemudik,” ujar Bramuda.
Ia juga menambahkan bahwa penting adanya edukasi kepada masyarakat serta keseragaman informasi agar keberadaan posko ramah pemudik di masjid dapat diketahui dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyuwangi Chaironi Hidayat menyampaikan salam dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur sekaligus memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi atas sinergi yang telah terjalin dengan Kementerian Agama.
“Kami mengucapkan terima kasih atas respon dan kerja sama dari lintas sektoral yang sangat antusias dalam mendukung program ini. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik yang melintas di Banyuwangi,” ungkap Chaironi.
Lebih lanjut, Chaironi berharap kerja sama ini dapat terus diperkuat antara Kemenag, Pemkab Banyuwangi, Polresta, Dinas Perhubungan, PMI, Baznas, serta para takmir masjid. Melalui kolaborasi tersebut, berbagai kebutuhan pemudik dapat terpenuhi, mulai dari tempat istirahat, layanan kesehatan seperti kotak P3K, hingga layanan darurat lainnya.
Dalam program Masjid Ramah Pemudik 2026, tercatat sebanyak 48 masjid yang disiapkan sebagai posko ramah pemudik di berbagai wilayah Banyuwangi. Dari jumlah tersebut, 13 masjid menjadi titik utama yang dijadikan branding posko, terutama yang berada di jalur utama yang sering dilalui oleh para pemudik.
Melalui program ini, diharapkan Banyuwangi dapat menjadi daerah transit yang aman, nyaman, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.(hin)
Tags:
Beranda Utama
