Banyuwangi (KUA Cluring) - Suasana hangat dan penuh antusiasme terasa di Balai Nikah KUA Cluring pada Kamis, 2 April 2026. Sebanyak 15 pasangan calon pengantin (catin) mengikuti kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin), yang dilaksanakan secara hybrid: 5 pasang hadir langsung (offline) dan 10 pasang lainnya mengikuti secara daring.
Kegiatan ini menjadi ruang belajar sekaligus refleksi bagi para catin dalam mempersiapkan kehidupan rumah tangga yang kokoh dan harmonis. Tidak sekadar formalitas sebelum menikah, Bimwin di KUA Cluring dirancang dengan pendekatan yang humanis, komunikatif, dan menyentuh aspek emosional pasangan.
Kepala KUA Cluring, Gufron Musthofa, dalam materinya menekankan pentingnya pondasi keluarga sakinah berbasis kesalingan. Ia juga menguraikan 5 pilar keluarga sakinah sebagai bekal utama membangun rumah tangga yang kuat dan penuh keberkahan.
“Pernikahan bukan hanya tentang dua individu, tetapi tentang bagaimana keduanya saling menguatkan, memahami, dan tumbuh bersama,” pesannya kepada para peserta.
Selain itu, para catin juga mendapatkan materi menarik lainnya seperti bahasa cinta, yang membantu pasangan memahami cara terbaik mengekspresikan kasih sayang. Materi ini menjadi salah satu yang paling diminati karena langsung menyentuh dinamika hubungan sehari-hari.
Tak kalah penting, sesi membangun generasi berkualitas dan parenting membuka wawasan para calon orang tua tentang peran strategis keluarga dalam mencetak generasi masa depan yang unggul.
Untuk mencairkan suasana, panitia juga menghadirkan ice breaking yang unik dan penuh makna, seperti sesi “satu kata untuk pasangan” serta tepuk sakinah. Momen ini tidak hanya menghadirkan tawa, tetapi juga mempererat kedekatan emosional antar pasangan.
Kegiatan Bimwin ini diharapkan mampu menjadi bekal awal bagi para catin dalam mengarungi bahtera rumah tangga dengan penuh kesiapan, baik secara mental, emosional, maupun spiritual.
Dengan semangat kebersamaan dan pembelajaran yang hangat, KUA Cluring terus berkomitmen menghadirkan layanan yang tidak hanya administratif, tetapi juga membangun kualitas keluarga sejak awal. (Hr.S)


