KUA SRONO, Banyuwangi 28 April 2026 – Suasana Balai Nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Srono tampak berbeda pagi ini, Selasa (28/04/2026). Puluhan pasang mata penuh binar kebahagiaan berkumpul untuk mengikuti Bimbingan Perkawinan (Bimwin), sebuah bekal wajib bagi mereka yang akan segera melepas masa lajang.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 30 Tahun 2004, setiap calon pengantin (catin) yang telah mendaftarkan kehendak nikah diwajibkan mengikuti bimbingan ini. Bukan sekadar formalitas administrasi, KUA Srono menyulap sesi ini menjadi ruang diskusi hangat tentang cinta, kesabaran, dan strategi menjaga keharmonisan rumah tangga.
Materi Lugas dan Mengena
Penyuluh Agama Islam KUA Srono, Badrul Komari, hadir sebagai narasumber utama. Dengan gaya penyampaian yang lugas namun santai, ia membedah tips-tips praktis menghadapi dinamika pasca-pernikahan.
"Menikah itu bukan hanya soal menyatukan dua kepala, tapi menyelaraskan dua doa agar tetap seirama meski badai datang menerjang," ujar Badrul di sela-sela materinya.
Kisah Cinta Lintas Kota
Di antara deretan peserta, tampak pasangan yang mencuri perhatian: Muhammad Angga Ibadillah, pemuda asal "Kota Tape" Bondowoso, yang mantap meminang gadis pujaannya, Fernica ernadianis Rusli, dara asli Srono. Meski berasal dari latar belakang daerah yang berbeda, keduanya tampak khusyuk menyimak setiap poin materi demi membangun fondasi keluarga yang kokoh.
Suasana Hangat di Balai Nikah
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini membuat para peserta merasa lebih rileks menghadapi hari besar mereka. Angga Ibadillah mengungkapkan kesan mendalamnya saat mengikuti kegiatan di Balai Nikah KUA Srono tersebut:
"Jujur, awalnya saya kira kegiatannya akan kaku dan membosankan, tapi ternyata seru sekali. Suasananya di dalam Balai Nikah tadi sangat cair, kami bisa tertawa tapi materinya tetap masuk ke hati. Saya jadi lebih siap mental untuk memboyong calon istri saya ini," ungkap Angga sembari melirik malu-malu ke arah Fernica ernadianis.
Dengan adanya Bimwin ini, KUA Srono berharap angka ketahanan keluarga di wilayahnya semakin meningkat, melahirkan keluarga-keluarga yang tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga sakinah, mawaddah, dan warahmah.(idear)
