BANYUWANGI, (Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuwangi membuka peluang kerja sama dengan NGO Project HOPE dalam upaya meningkatkan pemahaman kesehatan bagi calon pengantin. Rencana kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi yang berlangsung di Ruang Konsultasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kemenag Banyuwangi, Jumat (12/6).
Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Banyuwangi, H. Mastur, bersama staf Bimas Islam, Syafaat. Sementara dari Project HOPE hadir Flora Theodora Parapat selaku pimpinan rombongan, serta perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Eryka Maryta.
Dalam kesempatan itu, Flora menjelaskan bahwa Project HOPE memiliki komitmen untuk mendukung peningkatan kesehatan masyarakat, termasuk melalui edukasi bagi pasangan yang akan menikah. Menurutnya, calon pengantin perlu dibekali pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, gizi, pencegahan penyakit, serta pola hidup sehat sebagai persiapan membangun keluarga.
Ia berharap sinergi dengan Kementerian Agama dapat menghadirkan program edukasi kesehatan yang berkesinambungan dan menjangkau lebih banyak calon pengantin di Banyuwangi.
Menanggapi hal tersebut, H. Mastur menyambut baik inisiatif yang ditawarkan Project HOPE. Ia menilai program tersebut sejalan dengan upaya Kemenag dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui berbagai layanan pembinaan pranikah yang selama ini telah berjalan.
Menurutnya, Kemenag Banyuwangi secara rutin menyelenggarakan program Bimbingan Perkawinan (Binwin) setiap hari Rabu di seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan. Program tersebut menjadi wadah pembekalan bagi calon pengantin agar memiliki kesiapan dalam aspek mental, spiritual, sosial, maupun pengetahuan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.
“Bimbingan Perkawinan merupakan sarana yang efektif untuk memberikan berbagai bekal kepada calon pengantin. Selain materi terkait kehidupan berkeluarga dan nilai-nilai keagamaan, edukasi kesehatan juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera,” ujar H. Mastur.
Ia menambahkan, keterlibatan tenaga kesehatan profesional melalui Project HOPE dapat memperkaya materi yang diberikan dalam Binwin. Dengan demikian, peserta memperoleh wawasan yang lebih menyeluruh mengenai kesehatan keluarga sejak masa pranikah hingga kehidupan berumah tangga.
Diskusi berlangsung dalam suasana konstruktif dengan membahas sejumlah kemungkinan bentuk kerja sama, mulai dari mekanisme pelaksanaan kegiatan hingga materi edukasi yang akan diberikan kepada calon pengantin.
Sebagai tindak lanjut, Kemenag Banyuwangi dan Project HOPE sepakat untuk melanjutkan koordinasi guna menyusun langkah teknis pelaksanaan program. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat layanan pembinaan calon pengantin sekaligus mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas.
Melalui sinergi antara Kementerian Agama, Dinas Kesehatan, dan Project HOPE, upaya membangun keluarga yang tangguh tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan dan sosial, tetapi juga pada kesiapan kesehatan sebagai fondasi lahirnya generasi masa depan yang unggul.
