Mendung dan Hujan Rintik Tak Surutkan Semangat Calon Pengantin di KUA Srono Menimba Ilmu Rumah Tangga

 

KUA SRONO – BANYUWANGI, 28 Juli 2026. Suasana dingin dan cuaca mendung yang diwarnai hujan rintik-rintik di wilayah Srono sama sekali tak melunturkan antusiasme belasan pasangan calon pengantin (catin). Dengan wajah penuh semangat, mereka tetap hadir di Aula Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Srono pada Selasa (28/7/2026) untuk mengikuti kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin).

Bagi KUA Srono, kegiatan ini merupakan momentum krusial untuk membekali para calon pengantin sebelum resmi mengarungi bahtera rumah tangga. Mengingat pentingnya fondasi pernikahan, materi yang disajikan pun dikemas secara relevan, aplikatif, dan lugas.

Membuka sesi pertama, Iskandar, S.H.I., Penyuluh Agama Islam KUA Srono, menyampaikan materi mendalam tentang cara mengurai benang kusut dalam dinamika problematika rumah tangga.

"Masalah dalam rumah tangga itu wajar, tetapi kuncinya ada pada bagaimana kita menyelesaikannya. Mulailah dengan membangun kembali komunikasi yang jujur, belajar mengendalikan emosi saat berbicara, dan sebisa mungkin hindari melibatkan pihak luar yang justru bisa memperkeruh suasana," ujar Iskandar di hadapan para peserta.

Atmosfer ruang bimbingan semakin hangat dan hidup saat memasuki sesi kedua yang membawakan tema Menyiapkan Generasi Tangguh. Sesi ini dipandu oleh Syaiful Bahri, S.Sos.I., yang menyampaikan strateginya secara lugas, diselingi diskusi interaktif yang membuat para peserta kian tekun menyimak.

Kesan mendalam felt sangat nyata bagi para peserta, salah satunya pasangan Realdi Wirajaya dan Siti Nur Afiyah. Pasangan yang dipertemukan di Pulau Dewata, Bali ini—di mana Realdi berasal dari Kabupaten Jember dan Siti merupakan dara asal Desa Sumbersari—mengaku sangat bersyukur bisa mengikuti bimbingan ini sebelum melangsungkan hari bahagia mereka di wilayah KUA Srono.

"Jujur, awalnya sempat ragu karena cuaca dari pagi kurang bersahabat dan hujan rintik. Tapi setelah mengikuti acaranya dari awal sampai akhir, kami merasa bimbingan ini sangat berarti," ungkap Realdi sembari tersenyum menatap calon istrinya. Siti Nur Afiyah pun menambahkan betapa berharganya ilmu yang mereka dapatkan sebagai modal awal membina keluarga.

"Materi dari para pemateri tadi benar-benar membuka mata kami. Ini jadi modal dasar yang sangat penting bagi kami berdua sebelum menapaki kehidupan rumah tangga yang sesungguhnya nanti," tutur Siti. Meski cuaca di luar tetap redup, riuh diskusi dan hangatnya kebersamaan di dalam ruangan membuktikan bahwa semangat para calon pengantin di KUA Srono untuk membangun keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah tak luntur sedikit pun oleh guyuran hujan.(idear)

 



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama