Pembinaan Penghulu, Kasubag TU Kemenag Banyuwangi Tekankan Keteladanan dan Integritas ASN

 

BANYUWANGI (Bimas Islam) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menggelar kegiatan Pembinaan Penghulu pada Senin (6/7/2026) sebagai upaya memperkuat profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan para penghulu dalam memberikan layanan keagamaan kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi tersebut dipimpin oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha H. Moh. Jali didampingi Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam. Pembinaan diikuti oleh para penghulu dari seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Banyuwangi.

Dalam arahannya, H. Moh. Jali menegaskan bahwa seorang penghulu tidak hanya menjalankan tugas administratif dan pelayanan pencatatan nikah, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral sebagai figur teladan di tengah masyarakat.

"Penghulu harus menjadi teladan, baik di kantor maupun di rumah. Keteladanan adalah bagian dari dakwah yang paling nyata. Apa yang dilakukan seorang penghulu akan menjadi cerminan institusi Kementerian Agama di mata masyarakat," tegasnya. 


Lebih lanjut, Moh. Jali menyampaikan bahwa perjalanan pelaksanaan program kerja Tahun 2026 telah memasuki semester kedua. Momentum tersebut menjadi waktu yang tepat bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya para penghulu, untuk melakukan evaluasi terhadap capaian program kerja selama semester pertama sekaligus memperkuat komitmen dalam menyelesaikan berbagai tugas yang masih menjadi target pada semester berikutnya.

Ia menekankan bahwa setiap ASN harus mampu menghadirkan manfaat dan memberikan makna bagi masyarakat melalui kinerja, dedikasi, serta pelayanan yang berkualitas.

"Perjalanan kerja kita sudah memasuki semester kedua. Yang terpenting adalah bagaimana posisi kita mampu memberikan makna dan manfaat bagi orang lain melalui tugas dan tanggung jawab yang kita emban," ujarnya.

Menurutnya, evaluasi terhadap kinerja bukan hanya berorientasi pada penyelesaian administrasi, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan kualitas pelayanan publik yang semakin profesional, cepat, dan akuntabel.

Pada kesempatan tersebut, Moh. Jali juga mengingatkan bahwa masih terdapat sejumlah agenda strategis yang harus menjadi perhatian bersama, salah satunya adalah pembangunan Zona Integritas (ZI). Meskipun Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi telah melaksanakan pembangunan Zona Integritas, seluruh pegawai tetap dituntut untuk terus meningkatkan kualitas diri, budaya kerja, serta komitmen dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, melayani, dan bebas dari praktik korupsi.

Ia mengajak seluruh ASN untuk terus mengembangkan kapasitas diri dengan memperbarui pola pikir (mindset), meningkatkan kompetensi, serta mengimplementasikan nilai-nilai ASN BerAKHLAK dalam setiap pelaksanaan tugas.

"Dalam rangka membangun Zona Integritas, kita mengerjakan kewajiban kita dengan sebaik-baiknya, dan hak yang memang harus kita terima juga kita terima. Semoga instansi kita semakin baik, semakin banyak memberikan manfaat bagi diri kita maupun masyarakat," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam menambahkan bahwa penghulu merupakan ujung tombak pelayanan keagamaan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi, integritas, etika pelayanan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan regulasi menjadi kebutuhan yang harus terus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas.

Melalui pembinaan ini, diharapkan seluruh penghulu di Kabupaten Banyuwangi semakin profesional dalam menjalankan tugas, mampu menjaga integritas sebagai aparatur negara, serta menjadi teladan yang baik dalam kehidupan kedinasan, keluarga, maupun kehidupan bermasyarakat.(hin)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama