Kegiatan ini ditujukan bagi para Calon Pengantin (Catin) serta masyarakat sekitar sebagai bagian dari program Bimbingan Perkawinan (Bimwin). Fokus utama kolaborasi ini adalah penyiapan kesehatan fisik dan mental pasangan calon pengantin sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, sekaligus sebagai langkah nyata pencegahan stunting sejak dini.
Kepala KUA Kalibaru menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa kebidanan memberikan dampak positif dan warna baru dalam memberikan bimbingan yang komprehensif.
"Pernikahan bukan hanya soal kesiapan administrasi dan mental keagamaan, tetapi juga kesiapan fisik dan kesehatan reproduksi. Sinergi bersama mahasiswa kebidanan ini sangat membantu kami dalam memberikan pemahaman medis yang akurat kepada para calon pengantin," ujarnya.
Dalam acara yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari tersebut, para mahasiswa kebidanan memberikan materi serta pelayanan yang meliputi:
- Pemeriksaan Kesehatan Dasar: Pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), kadar hemoglobin (Hb), serta tekanan darah bagi calon pengantin wanita.
- Edukasi Kesehatan Reproduksi: Pemahaman mengenai masa subur, pemenuhan gizi seimbang, dan kebersihan organ reproduksi.
- Pencegahan Stunting: Pembekalan mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dimulai sejak masa kehamilan.
Para peserta antusias mengikuti jalannya acara dan memanfaatkan sesi tanya jawab untuk berkonsultasi secara langsung mengenai persiapan kehamilan yang sehat.
Melalui kolaborasi ini, KUA Kalibaru berharap para calon pengantin tidak hanya siap secara spiritual dan hukum, tetapi juga siap melahirkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting.

