KUA SRONO – BANYAWANGI, 26 Agustus 2026. Suasana hangat dan interaktif mewarnai
pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Binwin) bagi para calon pengantin (catin)
yang digelar di Kantor Urusan Agama (KUA) Srono, Rabu (26/8/2026). Memperkuat
ketahanan rumah tangga menjadi bahasan utama dalam kegiatan tersebut. Para
peserta diingatkan bahwa kesalingan—saling mencintai, mengerti, dan
memahami—merupakan modal utama dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.
Penyuluh Agama Islam KUA Srono sekaligus pemateri pertama, Muh. Khoiruddin, S.E.Sy., menegaskan pentingnya kesepakatan dalam membagi peran antara suami dan istri. Menurutnya, pekerjaan rumah tangga bukanlah kewajiban salah satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama.
"Pekerjaan rumah tangga itu
milik bersama, tidak ada pembeda antara suami dan istri. Contohnya sederhana:
di pagi hari sebelum keduanya berangkat bekerja, alangkah baiknya jika
pekerjaan rumah dilakukan bersama. Jika istri sedang memasak di dapur, suami
bisa mengambil peran dengan menyapu atau mengepel. Dengan begitu, ketika
melangkahkan kaki keluar rumah menuju tempat kerja, rasanya jadi lebih ringan
tanpa menyisakan beban atau persoalan rumah tangga," ujar Muh. Khoiruddin di
hadapan puluhan pasangan catin.
Sesi Bimbingan Perkawinan ini
berlangsung penuh keakraban. Ruangan bimbingan tidak hanya diisi dengan
penyampaian materi searah, tetapi juga diskusi terbuka. Para catin tampak
antusias mendengarkan, tersenyum, hingga aktif mengajukan pertanyaan seputar
dinamika kehidupan berumah tangga.
"Kami sangat bersyukur ada bimbingan perkawinan ini. Selama ini ada banyak pertanyaan dan kekhawatiran seputar pernikahan serta problematika keluarga yang cuma kami pendam karena bingung mau bertanya ke siapa. Di sini kami bisa menyampaikan semua itu dengan sangat leluasa," ungkap Dimas yang diangguki oleh Indy. Manfaat besar juga dirasakan oleh pasangan catin lainnya, Amelia dan Nuryanto. Mereka mengaku mendapatkan sudut pandang baru yang membuka pikiran terkait pembagian peran dalam rumah tangga.
"Jujur, kami mendapat pencerahan luar biasa tentang arti dan tujuan pernikahan. Selama ini kami mengira kalau memasak atau membersihkan rumah itu sepenuhnya tugas istri. Tapi lewat binwin ini, kami jadi paham bahwa pada hakikatnya tidak ada pekerjaan yang 'berjenis kelamin'. Dalam rumah tangga harus ada kesalingan, terutama dalam berbagi peran," tutur Nuryanto penuh semangat.
Melalui bimbingan ini, KUA Srono berharap setiap calon pengantin memiliki bekal mental dan spiritual yang kuat, serta mampu menerapkan prinsip kesalingan demi mewujudkan keluarga yang harmonis dan tahan banting menghadapi berbagai tantangan zaman. (idear)

