BANYUWANGI (Bimas Islam)– Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi terus mendorong penguatan karakter dan pengembangan potensi generasi muda melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Banyuwangi, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan BRUS menjadi ruang bagi para siswa untuk mengenali dirinya, memahami potensi yang dimiliki, sekaligus memperoleh motivasi dalam menentukan arah kehidupan dan masa depan. Para siswa didorong untuk menyadari bahwa setiap individu memiliki kemampuan dan potensi yang berbeda sehingga perlu dikembangkan secara optimal.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, S.Ag., M.M., menyampaikan bahwa BRUS tidak sekadar memberikan pembinaan kepada remaja, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran siswa terhadap potensi dirinya.
Menurutnya, siswa perlu belajar mengenali siapa dirinya, memahami kekuatan yang dimiliki, serta menentukan arah yang ingin ditempuh. Perubahan dan keberhasilan dalam kehidupan pada akhirnya sangat ditentukan oleh kemauan seseorang untuk mengembangkan dirinya sendiri.
“Yang bisa mengubah dirinya adalah dirinya sendiri. Karena itu, anak-anak perlu mengenali potensi yang ada dalam dirinya dan terus mengembangkannya,” pesannya.
Chaironi menambahkan, kegiatan BRUS akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di madrasah maupun sekolah di Kabupaten Banyuwangi. Program tersebut diharapkan dapat membantu siswa meningkatkan kualitas diri sekaligus memiliki orientasi yang jelas dalam menyiapkan masa depan.
“BRUS akan terus kita laksanakan di madrasah-madrasah dan sekolah-sekolah. Harapannya, potensi anak-anak semakin berkembang dan mereka memiliki arah yang jelas untuk mencapai masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, H. Mastur, S.Ag., M.Pd.I., turut memberikan motivasi kepada para siswa agar berani menjadi diri sendiri, belajar secara sungguh-sungguh, dan mempersiapkan kemandirian sejak usia sekolah.
Para remaja juga diingatkan agar tidak sekadar mengejar kebanggaan orang tua, tetapi mampu membangun keberhasilan berdasarkan potensi dan kemampuan yang mereka miliki. Kemandirian tersebut menjadi modal penting bagi remaja dalam menentukan pilihan dan meraih cita-cita.
Setiap siswa, lanjutnya, memiliki potensi yang tidak selalu sama dengan siswa lainnya. Karena itu, keberagaman potensi tersebut perlu dikenali dan dikembangkan, bukan dibanding-bandingkan.
Melalui BRUS, siswa diharapkan semakin percaya diri untuk belajar, berani bercita-cita, serta memiliki kesadaran bahwa masa depan tidak datang dengan sendirinya. Masa depan perlu dipersiapkan melalui proses belajar, pengenalan diri, pengembangan potensi, dan keberanian mengambil langkah.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dalam mendampingi generasi muda agar tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kesadaran diri, motivasi, kemandirian, dan orientasi kehidupan yang lebih terarah.
