Mengejar Berkah Jumat Pon: Belasan Pasangan di Banyuwangi Berburu "Hari Hoki" untuk Menikah

KUA SRONO – BANYUWANGI, 18 September 2026 - Fenomena berburu hari baik atau "hari hoki" kembali memicu lonjakan angka pernikahan di Banyuwangi. Pada Jumat Pon, 18 September 2026, Kantor Urusan Agama (KUA) Srono mencatat sebanyak 13 pasangan calon pengantin melangsungkan akad nikah secara serentak di berbagai lokasi wilayah kerja KUA Srono. Lonjakan ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Pada bulan Dzulhijjah lalu, KUA Srono bahkan sempat memecahkan rekor dengan melayani hingga 28 pasangan dalam satu hari, yang uniknya juga jatuh pada pasaran Jawa yang sama, yaitu Jumat Pon.

Kepala KUA Srono, Fahrus Shoffi, menjelaskan bahwa tingginya animo masyarakat untuk menikah di hari tersebut berkaitan erat dengan tradisi dan penanggalan lokal yang masih dipegang teguh. "Pilihan hari ini merupakan bagian dari kepercayaan warga. Bagi masyarakat, menentukan hari baik adalah salah satu bentuk ikhtiar dan doa agar rumah tangga yang dibangun dapat berjalan langgeng serta abadi," ungkap Fahrus Shoffi. Hal senada disampaikan oleh Penghulu KUA Srono, Muhammad Fauzan Ansori. Ia membenarkan adanya tren masyarakat yang sengaja mengincar Jumat Pon sebagai momentum sakral untuk mengikat janji suci. Fenomena ini ternyata juga merambah wilayah tetangga, seperti KUA Sempu yang di hari yang sama melayani 27 pasangan calon pengantin.

Penghulu Rela Berangkat Pagi Perdana Demi Layanan Maksimal

Padatnya jadwal akad nikah hari ini menuntut para petugas KUA bekerja ekstra keras. Fahrus Shoffi bersama penghulu Fauzan Fuadi bahkan sudah harus mengawali pelaksanaan akad nikah pertama pada pukul 06.07 WIB. Padahal, keduanya berdomisili di Kota Banyuwangi dan harus menempuh perjalanan cukup jauh menuju lokasi.

"Sebagai bentuk layanan terbaik kepada warga, kami dituntut untuk bisa menyesuaikan dan mengatur waktu sebaik mungkin. Bagaimanapun juga, tugas, tanggung jawab, serta pelayanan masyarakat harus diutamakan," tegas Fahrus Shoffi sembari bergegas melanjutkan perjalanan menuju lokasi akad nikah berikutnya di Desa Sukomaju. 

Meski harus maraton melayani belasan lokasi dari pagi mendung, jajaran penghulu tetap sigap memastikan setiap prosesi akad nikah berjalan khidmat dan lancar. (idear)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama