Oleh: Kepala KUA Bangorejo, H. Holis, S.Pd.I.
KHUTBAH PERTAMA
**اَلْحَمْدُ
لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ
نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا
وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ
وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah
SWT dengan sebenar-benarnya takwa, yaitu menjalankan segala perintah-Nya dan
menjauhi segala larangan-Nya. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan
kepada kita untuk istiqamah dalam keimanan dan ketakwaan hingga akhir hayat.
Pada kesempatan khutbah Jumat kali ini, khatib ingin
menyampaikan tema yang sangat penting dan dekat dengan kehidupan kita, yaitu ANAK
ADALAH ASET ORANG TUA.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Setiap orang tua tentu menginginkan anak-anaknya tumbuh
menjadi pribadi yang sukses, bahagia, berpendidikan, memiliki masa depan cerah,
serta mampu mengangkat derajat keluarga. Tidak sedikit orang tua yang bekerja
keras, membanting tulang, bahkan rela mengorbankan kepentingan pribadinya demi
masa depan anak-anaknya.Namun, pernahkah kita merenungkan bahwa sesungguhnya
anak bukan sekadar penerus keturunan, bukan sekadar kebanggaan keluarga, dan
bukan pula hanya seseorang yang kelak diharapkan mampu memberikan bantuan
materi kepada orang tuanya.Lebih dari itu, anak adalah amanah Allah SWT
sekaligus aset berharga bagi orang tua, baik di dunia maupun di akhirat.Allah
SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah At-Taghabun ayat 15:إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ
وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَاللّٰهُ
عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيْمٌ Artinya:
"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan
(bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar."
Ayat ini mengingatkan kita bahwa anak merupakan amanah
sekaligus ujian. Bagaimana orang tua mendidik, membimbing, mengasuh, dan
memberikan teladan kepada anak-anaknya akan dimintai pertanggungjawaban oleh
Allah SWT.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Ada tiga hal penting yang perlu kita pahami dalam memandang
anak sebagai aset orang tua.
Pertama, anak adalah investasi dunia dan akhirat.
Dalam kehidupan dunia, orang tua tentu ingin anaknya
memperoleh pendidikan yang baik, memiliki keterampilan, berakhlak mulia, dan
mampu menjalani kehidupan secara mandiri.
Namun, jangan sampai kita hanya mengukur keberhasilan anak
dari nilai akademik, jabatan, kekayaan, atau prestasi duniawi semata.
Anak yang sukses bukan hanya anak yang memiliki pekerjaan
bagus, rumah mewah, dan harta berlimpah. Anak yang benar-benar sukses adalah
anak yang beriman, bertakwa, menghormati orang tua, menjaga kehormatan diri,
serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
Karena itu, pendidikan agama harus menjadi fondasi utama
dalam keluarga.
Allah SWT berfirman dalam Surah At-Tahrim ayat 6:يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ
نَارًا Artinya:"Wahai
orang-orang yang beriman\! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api
neraka."Ayat ini merupakan perintah kepada kita semua agar menjaga
keluarga, termasuk anak-anak, melalui pendidikan iman, ibadah, akhlak, dan
keteladanan.
Jangan sampai kita begitu sibuk memikirkan masa depan
ekonomi anak, tetapi melupakan masa depan akhiratnya.
Jangan sampai kita mampu membelikan anak kendaraan yang
bagus, tetapi tidak mampu mengajaknya ke masjid.
Jangan sampai kita mampu membiayai sekolah
setinggi-tingginya, tetapi tidak pernah mengajarkan bagaimana cara membaca
Al-Qur'an, melaksanakan salat, dan menghormati sesama.
Kedua, anak membutuhkan keteladanan, bukan sekadar nasihat.
Jamaah Jumat yang berbahagia,Salah satu kesalahan yang
sering terjadi dalam pendidikan keluarga adalah orang tua terlalu banyak
menuntut anak, tetapi kurang memberikan contoh.Kita menyuruh anak salat, tetapi
orang tuanya sendiri sering meninggalkan salat.Kita menyuruh anak berkata
jujur, tetapi orang tuanya sering berbohong.Kita meminta anak menghormati orang
lain, tetapi di rumah anak justru menyaksikan pertengkaran dan perkataan kasar.
Ingatlah, anak adalah peniru yang sangat baik. Apa yang
dilihat, didengar, dan dirasakan di lingkungan keluarga akan membentuk
kepribadiannya.
Rasulullah SAW bersabda:كُلُّكُمْ
رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِArtinya:"Setiap
kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas
kepemimpinannya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini mengingatkan bahwa orang tua memiliki tanggung
jawab besar dalam membimbing anak-anaknya.
Oleh sebab itu, mari kita jadikan rumah sebagai madrasah
pertama bagi anak-anak kita. Jadikan ayah dan ibu sebagai guru pertama yang
mengajarkan nilai-nilai keimanan, kesabaran, kejujuran, kedisiplinan, dan kasih
sayang.
Jangan hanya memberikan anak uang saku, tetapi berikan pula
waktu untuk mendengarkan keluh kesahnya.
Jangan hanya memberikan fasilitas, tetapi berikan pula
perhatian dan kasih sayang.
Jangan hanya bertanya tentang nilai sekolahnya, tetapi
tanyakan pula bagaimana salatnya, bagaimana pergaulannya, dan bagaimana
hubungannya dengan Allah SWT.
Ketiga, anak saleh merupakan investasi yang pahalanya terus
mengalir meskipun orang tua telah meninggal dunia.
Jamaah Jumat rahimakumullah,Inilah salah satu keistimewaan
anak sebagai aset akhirat bagi orang tua.Ketika seseorang meninggal dunia,
terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, salah satunya adalah doa anak saleh.Rasulullah
SAW bersabda:
**إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ
عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ
ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ
جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ
بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ
يَدْعُوArtinya:
"Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya
kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh
yang mendoakannya." (HR. Muslim).
Betapa bahagianya orang tua yang telah meninggal dunia,
tetapi masih mendapatkan aliran doa dari anak-anaknya.
Ketika orang tua sudah tidak mampu lagi bersujud, anaknya
masih bersujud dan mendoakannya.
Ketika orang tua sudah tidak mampu lagi mengangkat tangan
untuk berdoa, anaknya masih mengangkat tangan memohonkan ampunan kepada Allah
SWT untuk kedua orang tuanya.
Inilah kekayaan yang sesungguhnya. Inilah warisan yang tidak
dapat dibeli dengan uang.Oleh karena itu, jangan hanya mewariskan harta kepada
anak-anak kita. Wariskan pula iman, ilmu, akhlak, dan kebiasaan beribadah.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,Dalam menghadapi
tantangan zaman sekarang, tanggung jawab orang tua semakin berat. Anak-anak
kita hidup di tengah perkembangan teknologi, media sosial, dan berbagai
pengaruh pergaulan yang tidak semuanya membawa kebaikan.Karena itu, orang tua
tidak boleh menyerahkan seluruh pendidikan anak kepada sekolah, pesantren,
guru, atau lembaga pendidikan.Pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama,
tetapi orang tua tetap memiliki peran utama.
Mari kita bangun komunikasi yang baik dengan anak. Hindari
kekerasan dalam mendidik. Jangan mudah menghakimi, tetapi berikan nasihat
dengan penuh kasih sayang. Awasi pergaulannya tanpa mematikan kreativitasnya.
Bimbing penggunaan teknologi agar menjadi sarana belajar dan kebaikan, bukan
sumber kerusakan.
Kepada para ayah, jangan hanya menjadi pencari nafkah,
tetapi jadilah pemimpin dan teladan bagi keluarga.
Kepada para ibu, jangan pernah meremehkan peran mulia dalam
membentuk karakter generasi penerus.
Kepada kita semua, mari kita berusaha melahirkan generasi
yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual
dan luhur secara moral.
Akhirnya, marilah kita renungkan: ketika kelak kita
meninggalkan dunia ini, apakah anak-anak kita hanya akan mengenang harta yang
pernah kita berikan, ataukah mereka akan meneruskan doa, amal saleh, dan
kebaikan yang telah kita tanamkan?
Semoga anak-anak kita menjadi generasi yang saleh dan
salehah, berbakti kepada kedua orang tua, bermanfaat bagi agama, bangsa, dan
negara.أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ
اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ،
إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ
لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، حَمْدًا
يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ.
يَا رَبَّنَا لَكَ
الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ
وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ.**أَشْهَدُ أَنْ لَا
إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَأَشْهَدُ
أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْنَ.
Jamaah Jumat rahimakumullah,Sekali lagi, marilah kita
tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Jadikan keluarga kita sebagai tempat
tumbuhnya keimanan, ketenteraman, dan kasih sayang.
Mari kita ingat bahwa anak adalah amanah, bukan sekadar
kebanggaan. Anak adalah investasi, bukan sekadar penerus keturunan. Anak adalah
titipan Allah yang harus kita jaga, didik, dan bimbing agar kelak menjadi
generasi yang membawa keberkahan bagi keluarga dan masyarakat.
Marilah kita berdoa kepada Allah SWT agar anak-anak kita
menjadi penyejuk hati dan menjadi investasi terbaik bagi kehidupan dunia dan
akhirat.
رَبَّنَا
هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا
وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا
لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًاArtinya:"Ya Tuhan
kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan kami sebagai penyejuk
hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa." (QS.
Al-Furqan: 74).
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ
وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا.Ya
Allah, ampunilah dosa kami, dosa kedua orang tua kami, sayangilah mereka
sebagaimana mereka telah menyayangi dan mendidik kami sejak kecil.
Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak yang saleh dan salehah, yang taat kepada-Mu, berbakti kepada kedua orang tua, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.Ya Allah, lindungilah anak-anak kami dari pengaruh pergaulan yang buruk, penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, perzinaan, kekerasan, serta segala bentuk kemaksiatan.Ya Allah, bimbinglah kami sebagai orang tua agar mampu menjalankan amanah mendidik anak-anak kami dengan penuh kesabaran, kasih sayang, dan tanggung jawab.Ya Allah, jadikanlah keluarga kami keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta jadikanlah keturunan kami generasi yang mencintai Al-Qur'an dan mengamalkan sunah Rasulullah SAW.رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ**عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ. Semoga naskah khutbah ini dapat menjadi bahan dakwah yang bermanfaat, khususnya dalam menguatkan kesadaran para orang tua bahwa keberhasilan mendidik anak bukan hanya diukur dari kesuksesan dunia, tetapi juga dari kesalehan dan keselamatan akhiratnya. Syn

