KUA Licin
MATERI BIMBINGAN PRA NIKAH KUA KECAMATAN LICIN
“Mempersiapkan Keluarga Sakinah, Sehat, dan Berkualitas”
Licin, Rabu, 07 Oktober 2026 — Balai Nikah KUA Kecamatan Licin kembali menyelenggarakan Bimbingan Pra Nikah/Bimbingan Perkawinan (Binwin) bagi 9 pasang calon pengantin. Kegiatan ini bertujuan memberikan bekal pengetahuan, kesiapan mental, spiritual, kesehatan, serta keterampilan kepada calon pengantin sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.
Bimbingan disampaikan oleh beberapa narasumber dengan materi yang saling melengkapi sebagai berikut :
1.Penasehatan Nikah bagi Calon Pengantin Yang di Sampaikan oleh Bapak Rachman Zainuddin, S.HI – Kepala KUA Kecamatan Licin Memberikan pemahaman kepada calon pengantin bahwa pernikahan merupakan ikatan suci sekaligus amanah dan tanggung jawab. Pernikahan bukan hanya tentang menyatukan dua insan, tetapi juga menyatukan visi, karakter, kebiasaan, serta keluarga. Calon pengantin diberikan bekal tentang pentingnya niat yang baik, kesiapan lahir dan batin, hak dan kewajiban suami istri, komunikasi, kesetiaan, saling menghormati, serta penyelesaian masalah secara bijaksana. Rumah tangga diharapkan menjadi tempat tumbuhnya ketenteraman, kasih sayang, dan keberkahan.
2.Kesehatan Reproduksi Yang di Sampaikan Oleh Ibu Eka Rosmalina, S.Keb dan Ibu Yuliana, S.Pk dari Dinas Kesehatan Puskesmas Licin.
Sesi ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi suami dan istri sebagai bagian dari persiapan membangun keluarga. Calon pengantin diberikan edukasi mengenai menjaga kebersihan dan kesehatan organ reproduksi, pola hidup sehat, kesiapan kehamilan, kesehatan ibu dan anak, serta pentingnya komunikasi antara pasangan mengenai kesehatan reproduksi. Kesehatan fisik dan mental menjadi salah satu modal penting agar pasangan dapat menjalani kehidupan rumah tangga dan mempersiapkan kehadiran generasi dengan baik.
3. Fondasi Keluarga Sakinah oleh Achmad Hamim Hidayat, SH Penyuluh Agama Islam
Dalam Materi ini Beliau Menekankan bahwa keluarga sakinah dibangun melalui fondasi iman, ketakwaan, cinta, komunikasi, tanggung jawab, dan saling menghargai. Calon pengantin diajak memahami bahwa kehidupan rumah tangga tidak selalu berjalan tanpa masalah.
Perbedaan pendapat merupakan bagian dari dinamika keluarga. Karena itu, pasangan perlu membangun kebiasaan bermusyawarah, saling mendengarkan, mengendalikan emosi, saling memaafkan, serta mencari solusi bersama. Tujuan akhirnya adalah terwujudnya keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah, yaitu keluarga yang menghadirkan ketenteraman, cinta, kasih sayang, dan keberkahan.
4. Kebutuhan Keluarga di Sampaikan oleh Hasan Abdillah, S.HI Penyuluh Agama Islam
Membahas berbagai kebutuhan dalam kehidupan keluarga, baik kebutuhan spiritual, emosional, sosial maupun ekonomi. Pasangan calon pengantin diajak memahami pentingnya membangun kerja sama dalam rumah tangga, mengatur prioritas kebutuhan, bertanggung jawab terhadap keluarga, serta membangun komunikasi yang sehat dalam mengambil keputusan. Keluarga yang kuat bukan hanya dibangun dengan kecukupan materi, tetapi juga dengan perhatian, penghargaan, kasih sayang, rasa aman, dan kehadiran pasangan satu sama lain.
5. Menyiapkan Generasi yang Berkualitas oleh Badrul Komari, S.Pd.I, MM Penyuluh Agama Islam
Sesi ini mengajak calon pengantin mempersiapkan diri menjadi orang tua yang mampu mendidik dan memberikan teladan bagi anak-anaknya. Generasi berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh iman, akhlak, karakter, kesehatan, kemandirian, kepedulian, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Orang tua merupakan pendidik pertama dan utama bagi anak. Oleh karena itu, pendidikan generasi harus dimulai sejak keluarga dengan memberikan keteladanan, kasih sayang, pembiasaan ibadah, komunikasi positif, serta lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak. Setelah seluruh materi disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para calon pengantin diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan persiapan pernikahan dan kehidupan berumah tangga.
Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama antara narasumber, jajaran KUA Kecamatan Licin, dan 9 pasang calon pengantin.
Pesan Utama Binwin “Pernikahan bukan sekadar mempersatukan dua hati, tetapi merupakan perjalanan bersama untuk membangun keluarga yang sakinah, sehat, penuh kasih sayang, dan mampu melahirkan generasi yang berkualitas.”
Melalui Bimbingan Pra Nikah ini, KUA Kecamatan Licin berharap seluruh calon pengantin semakin siap secara agama, mental, kesehatan, komunikasi, ekonomi, dan pengasuhan, sehingga mampu membangun keluarga yang harmonis dan menjadi keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah.(@hm)
