Siti Muniroh, SPd.I.PAI KUA Bangorejo.
Membangun Keluarga Sakinah melalui Penguatan Spiritual, Menyatukan Hati, Menguatkan Iman, Meraih Ridha Allah.Pernikahan bukan hanya tentang dua orang yang saling mencintai. Pernikahan adalah tentang dua orang yang bersedia berjalan bersama, saling menerima kekurangan, saling menguatkan ketika menghadapi kesulitan, dan bersama-sama mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Ketika masih pacaran atau sedang mempersiapkan pernikahan,
mungkin yang sering dibayangkan adalah kebahagiaan, rumah yang nyaman,
pekerjaan yang mapan, dan kehidupan yang menyenangkan. Itu semua merupakan
harapan yang baik.
Namun, kita juga harus memahami bahwa kehidupan rumah tangga
tidak selalu berjalan sesuai keinginan. Ada kalanya ekonomi sulit, pasangan
sedang lelah, terjadi perbedaan pendapat, bahkan muncul persoalan yang menguji
kesabaran.
Lalu, apa yang membuat sebuah rumah tangga tetap bertahan
ketika berbagai ujian datang?
Salah satu jawabannya adalah kekuatan spiritual, yaitu
keimanan yang hidup di dalam hati dan diwujudkan melalui perilaku sehari-hari.
Cinta dapat menjadi alasan dua orang menikah. Akan tetapi,
iman, tanggung jawab, akhlak, dan komitmenlah yang membantu mereka merawat
pernikahan sepanjang kehidupan.
Memahami Makna
Keluarga Sakinah.Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur'an Surah Ar-Rum ayat 21:وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ
خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ
أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ
مَوَدَّةً وَرَحْمَةًWa min āyātihī an
khalaqa lakum min anfusikum azwājal litaskunū ilaihā wa ja‘ala bainakum
mawaddataw wa raḥmah.“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia
menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri, agar kamu merasa
tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih
sayang.”QS. Ar-Rum: 21, petikan ayat.Ayat ini memberikan tiga pelajaran utama
bagi calon pengantin.
Sakinah: menghadirkan
ketenteraman.Rumah tangga hendaknya menjadi tempat untuk pulang dengan rasa
aman. Suami tidak takut kepada istrinya, istri tidak takut kepada suaminya.
Keduanya dapat berbicara, menyampaikan perasaan, dan mencari jalan keluar tanpa
ancaman maupun kekerasan.
Mawaddah: merawat cinta.Cinta bukan hanya kata-kata manis
ketika baru menikah. Cinta terlihat ketika suami mau membantu istri, istri
menghargai usaha suami, keduanya menjaga kesetiaan, dan masing-masing berusaha
memenuhi tanggung jawabnya.
Rahmah: kasih sayang
yang diwujudkan.Ketika pasangan melakukan kesalahan, kasih sayang mendorong
kita untuk menasihati dengan baik. Ketika pasangan sakit, kita merawatnya.
Ketika pasangan mengalami kesulitan, kita tidak langsung meninggalkannya,
tetapi berusaha mencari solusi bersama.Keluarga sakinah bukan berarti keluarga
yang tidak pernah memiliki masalah. Keluarga sakinah adalah keluarga yang
berusaha menghadapi masalah dengan iman, komunikasi, tanggung jawab, dan kasih
sayang.
Penguatan Spiritual sebagai Fondasi Rumah Tangga.Menjadikan
Allah sebagai tujuan bersama.Bapak dan Ibu calon pengantin, mulai hari ini,
jangan hanya bertanya, “Apakah dia mencintai saya?”Tanyakan juga kepada diri
sendiri, “Apakah kami bisa saling mengajak menuju kebaikan? Apakah kami bisa
saling mengingatkan untuk beribadah? Apakah kami bisa membangun keluarga yang
diridai Allah?”
Rumah tangga yang kuat bukan berarti suami dan istri selalu
sama pendapatnya. Rumah tangga yang kuat adalah rumah tangga yang memiliki
tujuan bersama meskipun terkadang berbeda cara pandang.Mulailah dengan
membiasakan diri untuk:
- Menjaga salat lima waktu.
- Berdoa untuk pasangan.
- Membaca Al-Qur'an secara rutin.
- Mencari rezeki yang halal.
- Menjaga kesetiaan dan kehormatan keluarga.
- Mengajarkan akhlak yang baik kepada anak.
Menjadikan ibadah sebagai perekat hati.Rasulullah ﷺ bersabda:”Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun malam lalu salat dan membangunkan istrinya. Jika istrinya enggan, ia memercikkan air ke wajahnya. Semoga Allah merahmati seorang perempuan yang bangun malam lalu salat dan membangunkan suaminya.”(HR. Abu Dawud, no. 1308).Hadis ini mengajarkan pentingnya saling mendukung dalam ibadah. Dalam praktiknya, pasangan dapat membangunkan satu sama lain untuk salat Subuh, salat malam jika mampu, atau mengingatkan waktu salat dengan cara yang lembut.Jangan sampai kita begitu perhatian terhadap pekerjaan, usaha, dan kebutuhan dunia, tetapi lupa memperhatikan hubungan keluarga dengan Allah Swt.
Menjaga lisan dan akhlak.Ada rumah yang sederhana tetapi penghuninya bahagia karena saling menghargai. Ada pula rumah yang megah tetapi penghuninya merasa tertekan karena perkataan yang kasar.Karena itu, jagalah lisan. Jangan merendahkan pasangan, membandingkannya dengan orang lain, membuka aibnya di depan keluarga besar, atau menggunakan kesalahan masa lalu untuk terus menyakitinya.Ketika marah, belajarlah berhenti sejenak. Jangan mengambil keputusan besar saat emosi sedang memuncak. Bicarakan masalah ketika pikiran sudah lebih tenang.Ingatlah, pasangan kita bukan lawan yang harus dikalahkan. Pasangan adalah teman hidup yang perlu diajak mencari jalan keluar.
Menghadapi Ujian Rumah Tangga dengan Iman
Tidak ada rumah tangga yang sepenuhnya bebas dari ujian.
Berikut beberapa persoalan yang perlu dipersiapkan sejak sebelum menikah.
*Ujian ekonomi.Ketika penghasilan belum mencukupi, jangan
saling menyalahkan. Susun anggaran bersama, bedakan kebutuhan dan keinginan,
hindari utang yang tidak perlu, serta jangan mencari jalan pintas melalui judi
online.Rezeki yang halal, meskipun sederhana, lebih baik dijadikan fondasi
daripada penghasilan yang diperoleh melalui cara yang merusak keluarga.
*Ujian perbedaan pendapat.Suami dan istri berasal dari latar
belakang keluarga yang mungkin berbeda. Perbedaan kebiasaan, cara berbicara,
dan pengelolaan keuangan adalah hal yang dapat terjadi.Belajarlah mendengar
sebelum menjawab. Hindari menghina, mengancam, atau melakukan kekerasan. Jika
persoalan sulit diselesaikan, mintalah bantuan konselor atau pihak profesional
yang tepercaya.
*Ujian campur tangan keluarga besar.Hormati orang tua dan
mertua, tetapi bangunlah kesepakatan tentang batas privasi rumah tangga.
Persoalan pasangan sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu oleh suami dan istri
secara dewasa, tanpa mengabaikan kebutuhan meminta bantuan ketika diperlukan.
*Ujian perubahan perasaan.Setelah bertahun-tahun menikah,
bentuk cinta mungkin berubah. Tidak selalu berupa kejutan atau kata-kata
romantis, tetapi bisa hadir melalui perhatian kecil, membantu pekerjaan rumah,
mendengarkan keluh kesah, dan tetap setia ketika kehidupan tidak mudah.Catatan
penting: Kesabaran dalam pernikahan tidak berarti membiarkan kekerasan. Jika
terjadi KDRT, keselamatan korban harus diutamakan dan bantuan yang tepat perlu
dicari.
Hak dan Kewajiban Suami Istri: Saling Menjaga, Bukan Saling
Menguasai
Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 187:> هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ
وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ“Mereka adalah
pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka.”Ayat ini mengandung
pelajaran yang sangat dalam. Pakaian melindungi, menutupi kekurangan,
memberikan kenyamanan, dan melekat dekat dengan tubuh.Demikian pula suami dan
istri. eduanya harus saling menjaga kehormatan, saling melindungi, dan saling
memperbaiki diri.
Dalam kehidupan sehari-hari:- Suami bertanggung jawab
memberikan nafkah sesuai kemampuan dan menjalankan kewajiban keluarga dengan
baik.- Istri dan suami saling menghormati, menjaga amanah, dan bekerja sama
mengelola kehidupan rumah tangga.
- Keputusan penting dibicarakan bersama dengan
mempertimbangkan kebutuhan dan hak kedua belah pihak.
- Pekerjaan rumah dan pengasuhan anak dijalankan melalui
kerja sama yang adil sesuai kondisi keluarga.
- Tidak boleh ada kekerasan, penghinaan, pemaksaan, atau
penelantaran.
Jangan berpikir bahwa setelah menikah tugas kita adalah
mengubah pasangan agar persis seperti keinginan kita. Tugas kita adalah belajar
mengenal, menghargai, dan bertumbuh bersama, tanpa mengabaikan kewajiban
memperbaiki perilaku yang merugikan.
Latihan untuk Calon Pengantin: Lima Kesepakatan Rumah Tangga
Lima komitmen sebelum menikah
Bacalah bersama pasangan. Tandai setiap komitmen yang siap
Anda upayakan dalam kehidupan rumah tangga.
Kami akan menjaga ibadah dan saling mengingatkan dalam
kebaikan.
Kami akan berbicara dengan jujur dan tidak menyelesaikan
masalah dengan kekerasan.
Kami akan mengelola keuangan secara terbuka dan menjauhi
judi online.
Kami akan membagi tanggung jawab rumah tangga dan pengasuhan
anak melalui kerja sama.
Kami akan mencari bantuan yang tepat ketika menghadapi masalah yang tidak mampu diselesaikan sendiri.
Jadikan kesepakatan tersebut sebagai pedoman yang terus
diperbarui. Jangan hanya diucapkan ketika mengikuti Bimbingan Perkawinan,
tetapi diusahakan dalam kehidupan sehari-hari.
Doa untuk Keluarga
Sakinah
Allah Swt. mengajarkan doa dalam Surah Al-Furqan ayat 74:رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًاRabbanā hab lanā min azwājinā wa dzurriyyātinā qurrata a‘yunin waj‘alnā lil-muttaqīna imāmā.Artinya:“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan kami sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”Mari kita berdoa:
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
berkahilah calon pengantin yang akan membangun rumah tangga. Satukan hati
mereka dalam kebaikan, kuatkan iman mereka, lapangkan rezeki mereka dengan
rezeki yang halal, dan bimbinglah mereka ketika menghadapi ujian kehidupan.
Jadikanlah rumah tangga mereka rumah tangga yang sakinah,
mawaddah, wa rahmah. Jauhkan mereka dari perselisihan yang merusak, dari judi
online, dari kekerasan, dari pengkhianatan, dan dari segala perbuatan yang
Engkau murkai.
Anugerahkanlah keturunan yang saleh dan salehah, jadikan keluarga mereka penuh kasih sayang, serta tuntunlah mereka agar senantiasa meraih ridha-Mu.Amin ya Rabbal ‘alamin.
Menikah untuk Bertumbuh Bersama Menuju Ridha Allah.
Ada satu pesan yang ingin saya titipkan sebelum kita mengakhiri kegiatan ini.Jangan hanya mempersiapkan pesta pernikahan, tetapi persiapkanlah kehidupan setelah pernikahan.Persiapkan hati untuk menerima kekurangan pasangan. Persiapkan pikiran untuk menyelesaikan persoalan. Persiapkan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dan yang tidak kalah penting, persiapkan iman agar rumah tangga selalu memiliki arah.Kelak, mungkin rumah kita tidak selalu besar. Mungkin kendaraan kita tidak selalu bagus. Mungkin penghasilan kita tidak selalu berlebih. Namun, semoga di dalam rumah itu selalu ada salat, doa, kejujuran, kesetiaan, rasa aman, dan kasih sayang.Sebab kebahagiaan keluarga tidak hanya diukur dari apa yang dimiliki, tetapi juga dari bagaimana suami dan istri saling memperlakukan serta bagaimana keduanya mendekatkan diri kepada Allah.
Mari kita bangun keluarga bukan hanya agar bahagia di dunia, tetapi juga agar bersama-sama memperoleh kebaikan di akhirat.Semoga seluruh calon pengantin yang mengikuti Bimbingan Perkawinan di KUA Bangorejo mampu membangun keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah, menyatukan hati, menguatkan iman, dan meraih ridha Allah Swt.
1. Doa utama untuk pengantin baru,Doa yang diajarkan
Rasulullah ﷺ untuk
mendoakan pasangan yang baru menikah.Arab:# بَارَكَ
اللَّهُ لَكَ، وَبَارَكَ عَلَيْكَ،
وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍLatin:Barakallāhu laka, wa bāraka ‘alaika, wa
jama‘a bainakumā fī khair.Artinya:“Semoga Allah memberkahimu, melimpahkan
keberkahan atasmu, dan menyatukan kalian berdua dalam kebaikan.”Sumber: HR. Abu
Dawud no. 2130 dan At-Tirmidzi no. 1091.
2. Doa agar menjadi keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah
Arab: رَبَّنَا
هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا
وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا
لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًاLatin:Rabbanā hab lanā
min azwājinā wa dzurriyyātinā qurrata a‘yunin waj‘alnā lil-muttaqīna imāmā.Artinya:“Ya
Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan kami sebagai
penyejuk hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”Sumber:
Al-Qur’an, Surah Al-Furqan ayat 74.
3. Doa agar rumah tangga dipenuhi cinta dan kasih sayangArab:اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا،
وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاجْعَلْ
بَيْتَنَا بَيْتًا مَمْلُوءًا بِالسَّكِينَةِ
وَالْمَوَدَّةِ وَالرَّحْمَةِLatin:Allāhumma
allif baina qulūbinā, wa aṣliḥ
dzāta baininā, waj‘al baitanā baitan mamlū’an bis-sakīnati wal-mawaddati war-raḥmah.Artinya:“Ya Allah,
satukanlah hati kami, perbaikilah hubungan di antara kami, dan jadikanlah rumah
kami rumah yang dipenuhi ketenteraman, cinta, dan kasih sayang.”Catatan: Ini
merupakan doa umum dengan makna yang baik, bukan redaksi hadis khusus.
4. Doa agar diberi keturunan yang saleh dan salehahArab: رَبِّ هَبْ لِي
مِنَ الصَّالِحِينَLatin:
Rabbi hab lī minaṣ-ṣāliḥīn.Artinya:“Ya
Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku keturunan yang termasuk orang-orang saleh.”Sumber:
Al-Qur’an, Surah Ash-Saffat ayat 100.
5. Doa agar rumah
tangga dijauhkan dari keburukan.Arab: رَبَّنَا
آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً
وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِLatin:Rabbanā ātinā
fid-dunyā ḥasanah, wa
fil-ākhirati ḥasanah, wa
qinā ‘adzāban-nār.Artinya:“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan
kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.”Sumber:
Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah ayat 201.
6. Doa lengkap untuk dibacakan kepada pengantin baru
Doa berikut dapat dibacakan oleh penghulu, Penyuluh Agama
Islam, atau keluarga ketika memberikan nasihat perkawinan.
DOA-DOA
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ
لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ
وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمَا، وَبَارِكْ
عَلَيْهِمَا، وَاجْمَعْ بَيْنَهُمَا فِي
خَيْرٍ.اللَّهُمَّ اجْعَلْ بَيْتَهُمَا بَيْتًا
سَكِينًا، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمَا،
وَارْزُقْهُمَا الْمَوَدَّةَ وَالرَّحْمَةَ وَالْمَحَبَّةَ وَالْوَفَاءَ.
اللَّهُمَّ
وَفِّقْهُمَا لِطَاعَتِكَ، وَأَعِنْهُمَا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ
وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ، وَارْزُقْهُمَا رِزْقًا حَلَالًا طَيِّبًا
وَاسِعًا مُبَارَكًا فِيهِ.
اللَّهُمَّ
ارْزُقْهُمَا ذُرِّيَّةً صَالِحَةً، وَاجْعَلْ أَوْلَادَهُمَا قُرَّةَ
أَعْيُنٍ لَهُمَا، وَاحْفَظْهُمَا مِنْ
كُلِّ سُوءٍ وَبَلَاءٍ، وَاجْعَلْهُمَا
مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ.رَبَّنَا
هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا
وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا
لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.رَبَّنَا آتِنَا
فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً
وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ.وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.وَالْحَمْدُ لِلَّهِ
رَبِّ الْعَالَمِينَ.Artinya secara
ringkas:Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji
bagi Allah, Tuhan semesta alam, dan semoga selawat serta salam tercurah kepada
Nabi Muhammad ﷺ.
Ya Allah, berkahilah kedua mempelai, limpahkan keberkahan
kepada keduanya, dan satukanlah mereka dalam kebaikan.
Ya Allah, jadikanlah rumah tangga mereka rumah tangga yang
tenteram. Satukanlah hati mereka dan anugerahkan cinta, kasih sayang, serta
kesetiaan.
Bimbinglah mereka agar senantiasa taat kepada-Mu, mampu
beribadah dengan baik, dan memperoleh rezeki yang halal, baik, luas, serta
penuh keberkahan.
Anugerahkanlah kepada mereka keturunan yang saleh dan
salehah, jadikanlah anak-anak mereka penyejuk hati, lindungilah mereka dari
segala keburukan, dan jadikanlah mereka hamba-hamba-Mu yang saleh.
Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan
sebagai penyejuk hati, serta berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat.
Semoga selawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ. Segala puji bagi Allah, Tuhan
semesta alam.
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.Semoga doa-doa ini bermanfaat untuk pembinaan calon pengantin dan pelayanan Bimbingan Perkawinan di KUA Bangorejo. Inti doa bagi pengantin adalah memohon keberkahan, ketenteraman, kasih sayang, rezeki halal, keturunan yang saleh, serta kekuatan untuk menjaga rumah tangga dalam kebaikan. Synh
