Perkuat Ketahanan Keluarga, Tema Binwin Hari Ini

Perkuat Ketahanan Keluarga

Kantor Urusan Agama (KUA) Bangorejo menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi 13 pasang calon pengantin (catin) pada Kamis, 15 Oktober 2026, bertempat di Balai Nikah KUA Bangorejo. Kegiatan ini menghadirkan unsur Bimas Polsek Bangorejo, Penyuluh Agama Islam KUA Bangorejo, serta PKM Bangorejo sebagai pemateri.

Kegiatan Bimbingan Perkawinan ini bertujuan membekali calon pengantin dengan pengetahuan dan kesiapan dalam membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis, bertanggung jawab, serta berlandaskan nilai-nilai agama. Materi yang diberikan meliputi bahaya judi online (judol), pentingnya tertib administrasi kependudukan, dan peningkatan keimanan dalam rumah tangga guna mewujudkan keluarga idaman muslim. Kepala KUA Bangorejo, H.Holis, S.Pd.I dalam pembukaanya menghatap para catin menyimak materi dan mengamamlkan dalam menapaki rumah tangganya kelak.

Pemateri pertama,AIPDA Teguh Dwi Cahyono dari Polsek Bangorejo memberikan pemahaman tentang bahaya judi online yang dapat mengancam keutuhan rumah tangga. Judi online tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi, tetapi juga dapat memicu konflik antara suami dan istri, menimbulkan utang, serta mengganggu pemenuhan kebutuhan keluarga.

Para calon pengantin diimbau untuk menjauhi segala bentuk perjudian, mengelola keuangan secara bijak, dan membangun keterbukaan dalam kehidupan rumah tangga. “ Pasangan suami istri diharapkan mampu saling mengingatkan dan menjaga komitmen agar tidak terjerumus dalam perilaku yang dapat merusak masa depan keluarga, tanpa itu biasanya lahirlah KDRT dan perceraian” pungkasnya

Pentingnya Tertib Administrasi disampaikan oleh ustadz Baderi, S.P.d , menyampaikan materi tentang pentingnya tertib administrasi kependudukan bagi setiap keluarga. Kelengkapan dokumen seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, dan dokumen perkawinan yang sah merupakan bagian penting dalam memberikan kepastian identitas serta melindungi hak-hak anggota keluarga.

Calon pengantin diingatkan agar memahami pentingnya pencatatan perkawinan dan memastikan dokumen kependudukan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Ketertiban administrasi akan mempermudah keluarga dalam mengakses berbagai pelayanan publik, pendidikan anak, layanan kesehatan, serta keperluan hukum lainnya.

Melalui materi ini, diharapkan para calon pengantin memiliki kesadaran untuk menjadi warga negara yang tertib administrasi, taat aturan, dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

Adapun Siti Muniroh, S.Pd.I,menekankan pentingnya keimanan sebagai fondasi menuju Keluarga Idaman Muslim, ia menekankan bahwa keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. merupakan fondasi utama dalam membangun rumah tangga yang bahagia dan penuh keberkahan. Kehidupan rumah tangga tidak hanya membutuhkan kecukupan materi, tetapi juga memerlukan kasih sayang, tanggung jawab, kesabaran, komunikasi yang baik, dan komitmen untuk saling menjaga.

Sebagaimana firman Allah Swt. dalam Al-Qur'an Surah Ar-Rum ayat 21, bahwa Allah menciptakan pasangan agar manusia memperoleh ketenteraman serta menjadikan rasa kasih dan sayang di antara mereka.

Nilai-nilai tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui pelaksanaan ibadah, saling menghormati, menyelesaikan persoalan dengan musyawarah, serta bersama-sama mendidik anak dengan akhlak yang mulia. Suami dan istri hendaknya menjadi pasangan yang saling menguatkan dalam kebaikan dan menjadikan agama sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Syarif Nur Hasan, M.H, mengajak calon pengantin untuk mempersiapkan diri secara matang, memahami hak dan kewajiban masing-masing, serta membangun rumah tangga dengan niat beribadah kepada Allah Swt guna mewujudkan keluarga Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah.

Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan bagi 13 pasang calon pengantin ini menjadi salah satu bentuk komitmen KUA Bangorejo dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat sebelum memasuki kehidupan pernikahan. Sinergi antara Polsek, Penyuluh Agama Islam dan Puskesmas diharapkan dapat memberikan bekal yang menyeluruh, baik dari aspek sosial, administrasi, maupun spiritual.

Melalui kegiatan ini, para calon pengantin diharapkan mampu membangun rumah tangga yang terhindar dari pengaruh negatif judi online, memiliki kesadaran terhadap pentingnya tertib administrasi, serta senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.

Pada akhirnya, pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan ikhtiar bersama untuk membangun keluarga yang kokoh, saling menyayangi, dan bertanggung jawab. Dengan bekal pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan yang baik, diharapkan para calon pengantin mampu mewujudkan keluarga idaman muslim yang sakinah, mawaddah, wa rahmah,serta menjadi fondasi bagi lahirnya generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan berkualitas. Synh

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama