Tak Cukup Modal Cinta!

Tak Cukup Modal Cinta!

KUA Bangorejo Gandeng Polsek dan Puskesmas Siapkan Calon Pengantin Tangguh

BANGOREJO 04-11-2026– Menikah bukan sekadar menyatukan dua hati dalam ikatan cinta. Ada tanggung jawab, komitmen, kesiapan mental, pemahaman agama, hingga kesehatan yang harus dipersiapkan. Menyadari pentingnya hal tersebut, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bangorejo menghadirkan pendekatan pembinaan calon pengantin melalui kolaborasi bersama Polsek Bangorejo dan Puskesmas Bangorejo dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian lintas sektor dalam mempersiapkan generasi keluarga yang tidak hanya siap menikah, tetapi juga mampu membangun rumah tangga yang harmonis, sehat, aman, dan penuh keberkahan.

Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Bangorejo mengajak calon pengantin memahami bahwa pernikahan merupakan ibadah sekaligus perjalanan panjang yang membutuhkan ilmu dan kesiapan. Kehidupan rumah tangga tidak selamanya berjalan mulus. Perbedaan karakter, pola pikir, dan persoalan ekonomi maupun sosial dapat menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan kedewasaan.

Jangan hanya mempersiapkan pesta pernikahan, tetapi persiapkan juga kehidupan setelah pernikahan. Modal cinta memang penting, tetapi tidak cukup. Rumah tangga membutuhkan ilmu agama, komunikasi yang baik, kesabaran, tanggung jawab, dan kemampuan menyelesaikan persoalan bersama”,  ungkap pemateri dari Penyuluh Agama.

Ia juga menegaskan bahwa tujuan perkawinan dalam Islam adalah mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah sebagaimana nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an. Suami dan istri harus mampu menempatkan diri sebagai pasangan sekaligus sahabat dalam kehidupan, saling menguatkan, menghargai, dan menjaga kehormatan satu sama lain.

Cegah KDRT, Bangun Keluarga Aman

Tidak hanya membekali calon pengantin dari sisi spiritual, kegiatan Bimwin ini juga menghadirkan perspektif perlindungan keluarga melalui keterlibatan Polsek Bangorejo.

Materi yang diberikan mencakup kesadaran hukum dalam kehidupan rumah tangga, pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pentingnya pengendalian emosi, serta upaya menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan nyaman.

Edukasi ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa setiap anggota keluarga memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan, penghormatan, dan perlakuan yang manusiawi.

Keluarga Sehat Dimulai dari Calon Pengantin

Dari sisi kesehatan, Puskesmas Bangorejo memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi, pemeriksaan kesehatan calon pengantin, perencanaan kehamilan, pemenuhan gizi, serta pencegahan stunting.

Calon pengantin diberikan pemahaman bahwa mempersiapkan generasi sehat harus dimulai bahkan sebelum terjadinya kehamilan. Kesiapan kesehatan calon ibu dan ayah menjadi salah satu bagian penting dalam membangun keluarga berkualitas.

Dengan demikian, calon pengantin tidak hanya memahami tanggung jawab sebagai suami dan istri, tetapi juga memiliki kesadaran sebagai calon orang tua yang akan menentukan kualitas generasi berikutnya.

Sinergi Lintas Sektor, Bangun Ketahanan Keluarga

Kolaborasi KUA, Polsek, dan Puskesmas Bangorejo menjadi gambaran bahwa pembangunan ketahanan keluarga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. KUA melalui Penyuluh Agama Islam memberikan penguatan spiritual dan pemahaman kehidupan berumah tangga, Polsek memberikan edukasi hukum dan perlindungan keluarga, sedangkan Puskesmas memperkuat aspek kesehatan keluarga.

Kepala KUA Bangorejo, H.Holis, S.Pd.I dalam sambutanya menyampaikan bahwa sinergi semacam ini perlu terus diperkuat agar Bimbingan Perkawinan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan benar-benar menjadi ruang belajar bagi calon pengantin, karena bimbingan perkawinan dalah hak para catin.

Kami ingin calon pengantin memahami bahwa keberhasilan sebuah pernikahan bukan hanya diukur dari kemegahan resepsi, tetapi dari bagaimana pasangan mampu menjaga komitmen, menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan, menjaga kesehatan keluarga, serta mendidik anak-anak dengan nilai agama dan akhlak yang baik,"tambahnya.

Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Bangorejo terus berupaya menghadirkan pelayanan dan pembinaan keagamaan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Penyuluh Agama Islam tidak hanya hadir memberikan ceramah keagamaan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam membangun ketahanan keluarga dan menyelesaikan berbagai persoalan sosial melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif.

Karena keluarga tangguh tidak lahir secara kebetulan. Ia dipersiapkan dengan ilmu, dibangun dengan cinta, dijaga dengan komitmen, dilindungi dengan kesadaran hukum, dan diperkuat dengan kesehatan.

Dalam penyampaian materi keagamaan, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bangorejo menekankan bahwa perkawinan merupakan ibadah sekaligus ikatan suci yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Calon pengantin diharapkan memahami hak dan kewajiban suami istri, membangun komunikasi yang baik, saling menghormati, serta menanamkan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan keluarga.Synh

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama