Banyuwangi – Masjid Aryan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi pada Kamis (11/09/2025) menjadi tempat berlangsungnya kegiatan pengajian rutin yang diikuti oleh jajaran ASN, penyuluh, dan CPNS. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, yang menyampaikan materi pengganti karena pemateri utama, H. Khairul Alamin, berhalangan hadir lantaran sakit.
Dalam pengajiannya, Dr. Chaironi menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya membangun pemahaman agama yang lebih mendalam. Ia mengajak seluruh peserta untuk kembali mengingat semangat Ramadan lalu, ketika setiap hari kantor menyelenggarakan kajian kitab Arbain Nawawiyah.
“Kitab empat puluh hadis ini sederhana, tetapi sarat makna. Bahkan hadis ke-13 saja bisa memberi kita cahaya kecil yang cukup untuk menerangi langkah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dr. Chaironi juga menceritakan pengalaman pribadinya saat mendapatkan sanad baru dari pengajian Arbain Nawawiyah di salah satu pesantren. Sanad tersebut bersambung kepada ulama besar Nusantara yang dihormati di Arab Saudi, Syekh Yasin al-Fadani. “Ini menjadi pengingat bahwa sanad keilmuan adalah warisan berharga yang harus terus dijaga,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, beliau menyinggung fenomena ceramah agama di masyarakat yang cenderung lebih menghibur daripada memberikan pencerahan. “Sekarang ini, pengajian sering diukur dari kelucuan penceramah, bukan dari isi dakwahnya. Padahal, dakwah itu adalah untuk meluruskan umat agar semakin dekat kepada Allah,” ujarnya dengan nada kritis.
Dr. Chaironi juga menyinggung momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, setiap peringatan Maulid seharusnya menjadi sarana untuk menumbuhkan cinta kepada Rasulullah sekaligus membangun logika beragama yang benar. Ia mencontohkan Perjanjian Hudaibiyah sebagai salah satu bentuk logika ilahiah yang diterapkan Rasulullah SAW, meskipun pada awalnya sulit diterima para sahabat.
“Logika Allah selalu lebih tinggi daripada logika manusia. Rasulullah adalah orang pertama yang memahami logika itu, lalu mengajarkannya kepada sahabat. Dari sinilah kita belajar, bahwa agama bukan sekadar ritual, tetapi jalan menuju peradaban umat terbaik,” jelasnya.
Kepala Kemenag juga menekankan bahwa Kementerian Agama harus benar-benar membawa nilai agama dalam setiap langkahnya. “Akan menjadi aneh jika Kementerian Agama justru kehilangan agamanya. Karena itu, kegiatan seperti ini adalah cara kita mengembalikan ruh agama di tengah kerja-kerja birokrasi,” pungkasnya.
Acara diakhiri dengan doa bersama agar para ASN Kemenag Banyuwangi senantiasa diberi kekuatan dalam mengemban amanah, serta tetap istiqamah dalam menjadi bagian dari umat Rasulullah yang membawa kedamaian dan pencerahan.
