![]() |
| Bimbingan Perkawinan Daring |
TEGALDLIMO – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tegaldlimo kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembekalan kepada calon pengantin (catin) dengan menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) secara daring pada hari ini, Rabu (10/9/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 5 pasang calon pengantin dengan penuh antusiasme.
Acara yang berlangsung dari pukul 09.45 hingga 11.00 WIB ini diisi oleh dua pemateri kompeten dari Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Tegaldlimo. Sesi ini dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan yang esensial bagi pasangan yang akan menempuh jenjang pernikahan.
Pemateri pertama, Wahyu Fadhli Pribadi, S.H., membuka sesi dengan materi bertajuk "Perspektif Keadilan dan Kesalingan dalam Membangun Keluarga Sakinah". Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya membangun hubungan suami-istri yang didasari oleh prinsip saling menghargai, keadilan dalam peran, serta pemenuhan hak dan kewajiban secara seimbang untuk mewujudkan fondasi keluarga yang kokoh.
Sesi kedua dilanjutkan oleh Sulis Nuhriyati Saudiyah, S.Ag., yang membawakan materi mengenai "Psikologi Keluarga". Materi ini mengupas tuntas tentang pentingnya pemahaman karakter pasangan, manajemen konflik, serta komunikasi yang efektif dalam rumah tangga. Para peserta diajak untuk mengenali potensi tantangan psikologis dalam pernikahan dan cara mengatasinya secara bijak.
Meskipun dilaksanakan secara virtual melalui platform digital, suasana bimbingan berlangsung sangat interaktif. Para peserta tidak ragu untuk mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dengan pemateri, menunjukkan keseriusan mereka dalam mempersiapkan kehidupan berumah tangga.
Menurut Kepala KUA Tegaldlimo, Lukman Hakim, S.HI., adaptasi ke metode daring ini merupakan salah satu upaya untuk terus memberikan pelayanan maksimal tanpa terkendala jarak, waktu, dan cuaca. "Tujuan utama kami adalah memastikan setiap calon pengantin di wilayah kami mendapatkan bekal yang cukup. Dengan format daring, kami berharap bimbingan ini tetap efektif dan menjangkau semua pasangan yang membutuhkan," ujarnya.
Kegiatan ini ditutup dengan harapan agar kelima pasang calon pengantin dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diterima untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. (WH)
