![]() |
| Bimbingan masuk Islam |
Tegaldlimo, 22 September 2025 – Aula Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tegaldlimo pada hari ini menjadi saksi momen bersejarah dan penuh makna, ketika satu keluarga dari Desa Tegaldlimo dengan tulus memantapkan hati untuk memeluk agama Islam. Prosesi bimbingan masuk Islam berlangsung khidmat dengan dipimpin langsung oleh Kepala KUA Tegaldlimo, Lukman Hakim, S.HI, serta didampingi oleh Penyuluh Agama Islam KUA Tegaldlimo, Siti Wasi’ah, S.Sy.
Keluarga yang menjalani bimbingan tersebut terdiri dari pasangan suami istri Agus Winoto dan Ririn Indriyani, bersama dua anak mereka, Raissa Putri Elysia Sadira dan Mahadika Maulana Adriyansyah. Dengan penuh kesadaran, keluarga ini meninggalkan keyakinan sebelumnya yaitu agama Buddha, dan memilih Islam sebagai jalan hidup yang baru.
Prosesi Bimbingan dan Pengucapan Syahadat
Acara dimulai dengan pengarahan singkat dari Kepala KUA Tegaldlimo mengenai makna masuk Islam dan konsekuensi yang menyertainya. Beliau menekankan bahwa Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin, agama yang membawa kedamaian, kasih sayang, dan tuntunan hidup yang paripurna.
Selanjutnya, secara bergantian, Agus Winoto beserta keluarganya mengucapkan dua kalimat syahadat dengan penuh keyakinan, disaksikan oleh para pegawai KUA Tegaldlimo. Momen ini menghadirkan suasana haru, terutama ketika keluarga tersebut dengan lantang dan mantap mengikrarkan keislamannya.
Pesan dan Arahan dari Kepala KUA
Dalam sambutannya, Lukman Hakim, S.HI menyampaikan ucapan selamat datang kepada keluarga muallaf ini dalam barisan umat Islam. Beliau menegaskan pentingnya menjaga keimanan dengan terus belajar, beribadah, serta bergaul dengan masyarakat muslim di lingkungan sekitar agar terbiasa dengan nilai-nilai Islami.
“Islam bukan hanya agama, tetapi jalan hidup. Kami berharap keluarga ini senantiasa istiqamah dalam keimanan, memperdalam pemahaman tentang Islam, dan menjadi teladan di tengah masyarakat,” ungkap Lukman Hakim dengan penuh harapan.
Pendampingan Praktis dari Penyuluh Agama
Setelah prosesi utama, Penyuluh Agama Islam, Siti Wasi’ah, S.Sy, memberikan bimbingan tambahan mengenai praktik ibadah dasar yang harus mulai dikuasai oleh keluarga tersebut. Mulai dari tata cara bersuci (wudhu), gerakan dan bacaan dalam shalat, hingga pengenalan doa-doa pendek sehari-hari. Ia juga menegaskan bahwa pintu KUA selalu terbuka untuk memberikan pendampingan lebih lanjut, baik dalam bentuk konsultasi maupun pembinaan lanjutan.
“Perjalanan spiritual ini baru saja dimulai. Keluarga ini tidak sendiri, karena KUA akan terus mendampingi agar mereka dapat menjalani kehidupan sebagai muslim dengan mantap, penuh kesabaran, dan penuh keberkahan,” tutur Siti Wasi’ah.
Harapan dan Doa Bersama
Acara bimbingan masuk Islam ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Kepala KUA, memohon kepada Allah SWT agar keluarga baru ini diberikan kekuatan iman, keberkahan hidup, dan kemudahan dalam menapaki jalan Islam. Setelah itu, seluruh jajaran pegawai KUA memberikan ucapan selamat serta dukungan moral kepada keluarga muallaf tersebut.
Dengan penuh syukur, Agus Winoto mewakili keluarganya menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dan bimbingan yang diberikan. Ia berharap keputusannya membawa keluarga besar mereka menuju kehidupan yang lebih baik, damai, dan penuh makna di bawah naungan Islam.
Simbol Rahmatan lil ‘Alamin
Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran KUA sebagai lembaga yang tidak hanya mengurusi administrasi keagamaan, tetapi juga hadir sebagai pembimbing dan pengayom dalam urusan spiritual umat. Momen bimbingan masuk Islam ini menjadi simbol nyata bagaimana Islam hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam, tanpa membedakan latar belakang keyakinan sebelumnya.
Harapannya, keluarga baru muallaf ini dapat istiqamah dalam keimanan, menjadi pribadi-pribadi muslim yang shalih, serta membawa pengaruh baik bagi masyarakat sekitar. Dengan demikian, kehadiran mereka semakin menambah warna dan kekuatan ukhuwah Islamiyah di wilayah Tegaldlimo. (WH)
