Calon Pengantin Tuna Wicara Ikuti Bimbingan Perkawinan di KUA Kecamatan Srono

Banyuwangi- Srono, 7 Oktober 2025 — Suasana hangat dan penuh makna pagi ini menyelimuti Balai Nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Srono. Sejumlah calon pengantin tampak antusias mengikuti kegiatan Bimbingan Perkawinan yang digelar oleh KUA Srono. Di antara para peserta, tampak pasangan istimewa, Irvan Fathoni, pemuda asal Genteng, dan Fifi Eka Susanti dari Sukonatar, yang merupakan calon pengantin tuna wicara. Dengan didampingi penerjemah bahasa isyarat, keduanya mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan perhatian.

Kehadiran mereka menjadi inspirasi bagi peserta lain. Meskipun memiliki keterbatasan komunikasi verbal, semangat keduanya dalam mempersiapkan diri menuju kehidupan rumah tangga baru terlihat jelas dari raut wajah dan gestur penuh makna yang mereka tunjukkan sepanjang kegiatan berlangsung.

Acara bimbingan perkawinan dibuka dengan sambutan hangat dari pihak KUA Srono, dilanjutkan dengan pemaparan materi pertama oleh Badrul Komari, Penyuluh Agama Islam KUA Srono. Dalam penyampaiannya, Badrul menegaskan pentingnya membangun generasi tangguh yang dimulai dari pondasi rumah tangga yang kuat dan harmonis.

“Membangun generasi tangguh harus dimulai sejak dini. Saat akad nikah diucapkan, itu bukan hanya simbol bersatunya dua insan, tetapi juga titik awal dari tanggung jawab besar membentuk keluarga yang kokoh, mandiri, dan berakhlak mulia,” ujar Badrul Komari di hadapan para peserta.

Ia menjelaskan bahwa ketangguhan keluarga bukan hanya diukur dari kemampuan ekonomi, melainkan juga dari kekuatan spiritual, emosional, dan pendidikan anak-anak yang lahir dari keluarga tersebut. Menurutnya, pasangan suami istri harus memiliki visi yang sama dalam mendidik generasi penerus agar tumbuh menjadi pribadi beriman, tangguh menghadapi tantangan zaman, dan mampu menjadi teladan bagi lingkungan sekitar.

Lebih lanjut, Badrul mengingatkan pentingnya peran komunikasi yang baik antara suami dan istri. “Bersama-sama merencanakan masa depan, saling mendukung, dan menumbuhkan cinta kasih dengan cara yang diridai Allah SWT adalah kunci membangun keluarga tangguh,” tambahnya dengan nada penuh semangat.

Setelah sesi pertama, kegiatan dilanjutkan dengan pemateri kedua, Iskandar, yang juga merupakan Penyuluh Agama Islam KUA Srono. Dalam paparannya, Iskandar menyampaikan materi bertema Menjaga Aib Rumah Tangga. Dengan gaya penyampaian yang santai namun penuh makna, Iskandar mengingatkan pentingnya menjaga kehormatan keluarga dalam menghadapi setiap dinamika rumah tangga.

“Setiap rumah tangga pasti pernah mengalami pertengkaran atau perbedaan pendapat. Namun, jangan sampai masalah itu dikeluhkan kepada orang lain, apalagi disebarluaskan melalui media sosial,” tegas Iskandar di hadapan para calon pengantin.

Ia menekankan bahwa menjaga aib rumah tangga adalah bagian dari menjaga martabat diri dan pasangan. Menurutnya, media sosial bukan tempat untuk mencurahkan emosi pribadi, karena hal itu justru bisa menimbulkan masalah baru dan memperkeruh keadaan. Ia mengajak para calon pengantin untuk selalu menyelesaikan persoalan rumah tangga dengan cara yang baik — melalui komunikasi langsung, saling memahami, dan doa bersama agar diberi ketenangan hati.

Suasana kegiatan tampak hidup dan penuh perhatian. Para peserta mendengarkan dengan serius, sesekali mencatat hal-hal penting yang disampaikan oleh para pemateri. Penerjemah bahasa isyarat yang mendampingi Irvan dan Fifi juga bekerja dengan cekatan, memastikan keduanya memahami seluruh materi yang diberikan.

Di sela acara, tampak raut wajah bahagia dari pasangan calon pengantin tuna wicara tersebut. Dengan senyum tulus dan gerakan tangan lembut, mereka berkomunikasi satu sama lain, menandakan kesiapan untuk menapaki lembaran baru dalam kehidupan rumah tangga. (idear)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama