KUA Srono Tekankan Kesiapan Mental dan Pencegahan KDRT dalam Bimbingan Perkawinan



KUA Srono, Banyuwangi,  18 November 2025 Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Srono kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan Perkawinan bagi calon pengantin yang digelar di Balai Nikah KUA Srono, Selasa (18/11). Tema besar yang diangkat pada pertemuan kali ini adalah pentingnya menciptakan keseimbangan serta keharmonisan rumah tangga melalui penguatan spiritual, mental, dan komitmen pasangan dalam ibadah.

Pada sesi pertama, Badrul Komari, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Srono, menekankan bahwa kesiapan menikah tidak hanya diukur dari aspek ekonomi, tetapi juga kedewasaan mental dan kemampuan mengelola emosi. Ia menyoroti pentingnya menghindari segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebagai pondasi awal menciptakan keluarga sakinah.

“Calon pengantin harus memahami bahwa rumah tangga tidak selalu mulus. Di sinilah pentingnya kesiapan mental. Jangan biarkan emosi sesaat menjadi pemicu kekerasan. KDRT bukan solusi, tapi sumber kehancuran rumah tangga,” tegas Badrul Komari di hadapan para peserta.

Badrul juga memaparkan bahwa membangun rumah tangga membutuhkan komunikasi yang sehat, kemampuan menyelesaikan masalah secara bijak, serta kesadaran bahwa pasangan adalah mitra, bukan lawan dalam perjalanan hidup.

Pada sesi berikutnya, Iskandar, selaku pemateri kedua, menguraikan peran sholat lima waktu sebagai penjaga ritme kehidupan rumah tangga. Ia menyampaikan bahwa sholat berjamaah dapat menjadi media yang efektif dalam menciptakan harmonisasi dan kedekatan emosional antara suami istri.

“Sholat adalah tiang agama, dan ketika suami istri melaksanakannya bersama, akan terbentuk kedekatan batin yang tidak bisa dipalsukan. Sholat berjamaah mampu menumbuhkan rasa saling peduli dan menekan potensi perselisihan,” tutur Iskandar.

Ia menambahkan bahwa ibadah bersama bukan hanya rutinitas, melainkan sarana membangun kekompakan, ketenangan, serta keseimbangan emosional keluarga. Kebiasaan tersebut, menurutnya, memberi ruang bagi pasangan untuk saling menguatkan — baik dalam suka maupun duka. Kegiatan bimbingan tersebut diharapkan mampu menjadi bekal bagi para calon pengantin dalam membangun rumah tangga yang harmonis, saling menghormati, dan penuh keberkahan. Dengan perpaduan antara kesiapan mental dan penguatan spiritual, KUA Kecamatan Srono menegaskan komitmennya untuk menciptakan generasi keluarga sakinah di wilayahnya. (idear)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama