Penguatan Karakter, Kemenag Banyuwangi Selenggarakan BRUS di MA Mambaul Huda


Banyuwangi — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menjalin kerja sama dengan Madrasah Aliyah (MA) Mambaul Huda Krasak, Kecamatan Tegalsari, dalam penyelenggaraan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) pada Senin, 14 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XII MA Mambaul Huda sebagai bagian dari upaya pembinaan generasi muda menjelang masa dewasa.

Dalam sambutannya, Kepala MA Mambaul Huda, Muhyidin, menegaskan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menggali potensi siswa secara lebih komprehensif. Menurutnya, remaja membutuhkan ruang aman untuk memahami peran sosial, nilai keluarga, serta kesiapan mental sebelum memasuki kehidupan yang lebih luas di masa mendatang. “Kegiatan ini membantu siswa kami mengenali potensi diri dan memahami arah masa depan mereka. Hal ini sangat relevan bagi anak-anak kelas XII yang sedang berada di fase menentukan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kemenag Banyuwangi H. Mastur menyampaikan bahwa program BRUS merupakan kegiatan berkelanjutan yang telah dan akan dilaksanakan di 40 angkatan pada satuan pendidikan yang ada di Kabupaten Banyuwangi. MA Mambaul Huda menjadi salah satu madrasah pesantren yang diprioritaskan karena memiliki karakter pembinaan santri yang kuat serta basis pendidikan agama yang mapan.


Sebagai salah satu fasilitator kegiatan, Dr. Ana Aniati menyampaikan bahwa tujuan utama bimbingan ini adalah membuka ruang refleksi dan pengembangan diri siswa. Materi diarahkan pada kesiapan psikologis, kedewasaan berpikir, kecakapan sosial, serta orientasi masa depan. “Siswa kelas XII berada di fase transisi penting. Kami berharap mereka termotivasi untuk meraih cita-cita, memahami identitas diri, dan siap berperan sebagai generasi penerus,” ungkapnya.

Melalui pelaksanaan BRUS, diharapkan lahir remaja yang lebih matang secara emosional dan sosial, sehingga kualitas SDM generasi muda Indonesia dapat meningkat—bukan hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam karakter, tanggung jawab, serta ketahanan moral.

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi peserta, diskusi terbuka, dan penugasan mandiri yang bertujuan memperkuat pemahaman tiap siswa terhadap potensi pribadi dan rencana hidup yang akan dijalani setelah lulus dari madrasah.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama