Kemangi Award HAB ke-80 Kemenag RI, Kemenag Banyuwangi Apresiasi Penghulu Berprestasi


Banyuwangi (Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menggelar ajang Kemangi Award dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, bertempat di Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Banyuwangi, Senin (12/1/2026). 


Dalam kegiatan tersebut, Kemenag Banyuwangi menganugerahkan penghargaan kepada 30 nominator yang dinilai memiliki keunggulan kinerja sepanjang tahun 2025. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan inovasi aparatur sipil negara, khususnya para penghulu, dalam menjalankan tugas kepenghuluan sekaligus pengabdian sosial-keagamaan di tengah masyarakat.

Salah satu kategori yang mendapat perhatian khusus adalah Penghulu Smart Islamic Preaching, yakni penghulu yang tidak hanya melaksanakan tugas-tugas kepenghuluan, tetapi juga aktif sebagai juru dakwah. Para nominator dalam kategori ini dikenal memiliki jangkauan dakwah yang luas, tidak hanya di wilayah Kabupaten Banyuwangi, tetapi juga lintas provinsi hingga luar Pulau Jawa.

Adapun nominator Penghulu Smart Islamic Preaching adalah:

  1. Rachman Zainuddin, S.H.I., Penghulu KUA Banyuwangi
  2. Malik Abdul Azis, S.Sos., Penghulu KUA Kabat
  3. Mohammad Fauzan Anshori, S.H.I., M.M., Penghulu KUA Giri

Dari ketiga nominator tersebut, Mohammad Fauzan Anshori ditetapkan sebagai nominator utama, mengingat kiprahnya yang konsisten dan intensif dalam kegiatan dakwah, termasuk yang kerap dilaksanakan di Pulau Dewata, Bali, serta di berbagai wilayah di luar Provinsi Jawa Timur. 

Penghargaan Kemangi Award kategori Penghulu Smart Islamic Preaching tersebut diserahkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang diwakili oleh Kepala Seksi Bimas Islam, kepada Mohammad Fauzan Anshori sebagai penerima nominasi utama.

Melalui Kemangi Award, Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi berharap dapat mendorong lahirnya aparatur yang profesional, inspiratif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat peran strategis penghulu sebagai pelayan umat dan agen moderasi beragama di tengah masyarakat.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama