KUA Glagah kembali menggelar Bimbingan Perkawinan (BIMWIN) Mandiri bagi calon pengantin pada Rabu–Kamis, 08–09 April 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Balai Nikah KUA Glagah. Kegiatan ini diikuti oleh 6 pasang calon pengantin dan tercatat sebagai BIMWIN Mandiri Angkatan ke-VII Tahun 2026.
Pelaksanaan BIMWIN ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KUA Glagah dalam memberikan pembekalan kepada calon pengantin sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Hal ini sejalan dengan Keputusan Dirjen Bimas Islam Nomor 172 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Bimbingan Perkawinan, yang mewajibkan setiap calon pengantin untuk mengikuti bimbingan perkawinan sebelum akad nikah. KUA Glagah sendiri secara konsisten melaksanakan BIMWIN Mandiri setiap dua minggu sekali sesuai dengan rencana kerja tahunan.
Dalam sambutannya, Drs. Mosleh, selaku Kepala KUA Glagah, menegaskan pentingnya kegiatan BIMWIN sebagai sarana memberikan pemahaman kepada calon pengantin agar mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Ia juga memperkenalkan program pembinaan lainnya, yaitu BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) bagi siswa SLTP dan SLTA, serta BRUN (Bimbingan Remaja Usia Nikah) bagi remaja usia 19 tahun ke atas. Program ini menjadi bagian dari strategi KUA dalam menyiapkan generasi yang siap berkeluarga sejak dini.
Pada pelaksanaan kali ini, materi disampaikan oleh para Penyuluh Agama Islam KUA Glagah. Yuliana membawakan materi tentang Fondasi Keluarga Sakinah dan Kesehatan Keluarga, yang menekankan pentingnya nilai keimanan, keharmonisan, serta kesehatan dalam keluarga.
Selanjutnya, Moch. Nurandi Jopa menyampaikan materi Psikologi Keluarga dan Membangun Generasi Berkualitas, yang memberikan pemahaman tentang dinamika rumah tangga dan peran keluarga dalam mencetak generasi unggul.
Sementara itu, Abdul Azis memaparkan materi mengenai hak dan kewajiban suami, istri, dan anak, sebagai dasar dalam membangun keluarga yang harmonis dan seimbang.
Kegiatan BIMWIN Mandiri Angkatan ke-VII ini berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti setiap sesi dan terlibat dalam diskusi yang interaktif bersama para fasilitator.
Melalui kegiatan ini, KUA Glagah berharap para calon pengantin memiliki kesiapan yang matang secara mental, spiritual, dan sosial, sehingga mampu mewujudkan keluarga yang harmonis, tangguh, dan penuh keberkahan, sekaligus menjadi bagian dari masyarakat yang lebih baik di masa depan. (Joe)


