Menikah Adalah Ibadah Terlama


 Kepala KUA Tegaskan Menikah Adalah Ibadah, Bukan Sekadar Tradisi

Bangorejo 08 April 2026 — Kantor Urusan Agama (KUA) Bangorejo kembali menggelar kegiatan Bimbingan Pengantin (Bimwin) sebagai upaya membekali pasangan yang akan menikah dengan pengetahuan dan kesiapan dalam membangun rumah tangga.

Kegiatan ini diikuti 13 Pasang calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat. Acara dibuka oleh Camat Bangorejo, Khoirul anam, M.S,I  lalu dilanjutkan sambutan oleh kepala KUA ) Bangorejo H.Holis,S.Pd.I.yang menyampaikan bahwa Bimwin adalah hak para catin, beliau menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan lahiriah, tetapi juga merupakan ibadah yang memiliki tanggung jawab besar.

“Menikah adalah langkah awal membangun kehidupan bersama, menikah itu ibadah. Niatkan bukan hanya untuk kebahagiaan dunia, tetapi juga sebagai jalan meraih keberkahan dan ridha Tuhan,” ujarnya di hadapan para peserta.

Oleh karena itu, diperlukan kesiapan mental, emosional, dan spiritual agar dapat menjalani kehidupan rumah tangga dengan baik,” lanjutnya.

Materi yang disampaikan dalam bimbingan ini meliputi hak dan kewajiban suami istri, komunikasi efektif dalam keluarga, pengelolaan konflik, serta pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga yang dipaparkan oleh Syarif Nur Hasan dan A.Umar Efendi selaku penyuluh KUA. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman terkait kesehatan keluarga dan perencanaan masa depan.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan para peserta secara aktif. 

Kegiatan ini berlangsung hidmat dengan hadirnya Bapak Camat dan ketua Ibu PKK Kecamatan. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Dalam kesempatan tersebut beliau juga menyampaikan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam pembangunan masyarakat. Ia mengajak para calon pengantin untuk membangun rumah tangga yang harmonis dan saling mendukung. “Keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang sejahtera,” ungkap bapak camat.

 Sementara itu, Ketua Ibu PKK Kecamatan memberikan materi terkait peran keluarga dalam menjaga kesehatan, kesejahteraan, serta pendidikan anak. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara suami dan istri dalam mengelola rumah tangga.

 Para peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari hak dan kewajiban suami istri, komunikasi efektif, manajemen konflik, hingga kesehatan keluarga. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang antusias diikuti oleh calon pengantin. Melalui kegiatan ini, diharapkan para calon pengantin dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah serta mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan berumah tangga dengan bijak yang diharapkan mampu menekan angka perceraian serta menciptakan keluarga yang harmonis, sakinah, mawaddah, dan rahmah di tengah masyarakat. ndilalah.kuabango@gmail.com



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama