Banyuwangi — Kegiatan pembinaan pegawai di MTsN 9 Banyuwangi dilaksanakan pada hari Sabtu (04/04/2026) bertempat di aula MTsN 9 Banyuwangi. Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur KSKK Kementerian Agama RI Nyanyu Khodijah, Katim Sarpras Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Jun Afif Amrullah, Plt Kasi Pendma Fakhrurrazi, Kepala MTsN 9 Banyuwangi Bambang, seluruh kepala madrasah se-Kabupaten Banyuwangi, serta pegawai MTsN 9 Banyuwangi.
Dalam sambutannya, Kepala MTsN 9 Banyuwangi Bambang menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Direktur KSKK Kemenag RI serta bantuan SBSN yang telah diberikan kepada madrasah. Ia mengungkapkan bahwa bantuan tersebut berdampak signifikan terhadap peningkatan jumlah siswa serta kepercayaan masyarakat terhadap MTsN 9 Banyuwangi.
“Letak madrasah kami yang berada di ujung selatan dan dikelilingi oleh berbagai pemeluk agama justru menjadikan moderasi beragama di lingkungan madrasah ini berjalan dengan sangat kondusif dan harmonis,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Chaironi Hidayat turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kunjungan Direktur KSKK. Ia menyebut bahwa dari lebih dari 87 ribu madrasah di Indonesia, Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang mendapat kunjungan langsung.
Chaironi juga menyampaikan beberapa aspirasi, salah satunya terkait Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa madrasah yang saat ini masih berada pada angka 16 persen. Ia berharap adanya peningkatan dan kesetaraan anggaran agar dapat menjangkau lebih banyak siswa.
Menanggapi hal tersebut, Direktur KSKK Kemenag RI Nyanyu Khodijah menyampaikan apresiasi atas perkembangan MTsN 9 Banyuwangi. Ia mengaku kunjungan ini menjadi momen penting setelah lima tahun tidak berkunjung ke Banyuwangi.
“Setiap saya datang ke suatu daerah, saya selalu menyempatkan hadir ke madrasah. Sebagai pembuat kebijakan, kami perlu turun langsung untuk melihat kondisi nyata sehingga kebijakan yang diambil tepat sasaran,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kekuatan utama madrasah terletak pada siswa dan dukungan masyarakat, bukan semata pada fasilitas. Menurutnya, madrasah tidak akan pernah hilang karena sebagian besar tumbuh dan berkembang dari masyarakat.
Terkait PIP, ia menyampaikan bahwa usulan peningkatan anggaran telah diajukan kepada Komisi VIII DPR RI dan akan terus dikawal agar hak siswa madrasah dapat terpenuhi secara optimal.
Selain itu, ia juga mengapresiasi peran komite madrasah dalam mendukung perkembangan lembaga pendidikan. Ia berharap komite dapat terus bersinergi dengan masyarakat serta mendorong program-program inovatif, termasuk dalam metode pembelajaran.
Kegiatan pembinaan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan serta meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah, khususnya di Kabupaten Banyuwangi.(hin)