Suasana hari ini (12/05) di Vihara Jaya Manggala dipenuhi rasa khidmat, hangat, dan penuh kebersamaan. Dihadiri jajaran forpimka Gambiran, tokoh agama, serta perwakilan dari organisasi kemasyarakatan seperti Muslimat, Anshor, tak terkecuali para Penyuluh Agama yang tergabung dalam IPARI Banyuwangi bersama-sama mengikuti pawai pelepasan para Bhiku dalam Indonesia Walk For Peace (IWFP) menuju Candi Borobudur.
Prosesi pelepasan diawali dengan pemberian bunga di pintu depan Vihara Jaya Manggala. Sebuah momen sederhana namun sarat dengan penghormatan, ketulusan, dan doa damai bagi perjalanan para Bhiku.
Dalam sambutannya, Bhikku Vihara Jaya Manggala menjelaskan tentang makna eksistensi Buddha yang begitu relevan di tengah kehidupan modern. Bahwa jalan pertapaan dijalani untuk melepaskan diri dari berbagai keinginan duniawi. Sebab semakin banyak keinginan, semakin besar pula beban kehidupan yang dipikul. Ketika beban semakin banyak, maka ketenangan batin pun semakin sulit diraih.
Indonesia Walk For Peace (IWFP) yang diikuti 58 Bhikku dengan mengangkat tema satu langkah seribu tangan ini mengajarkan hal penting. Bahwa hidup tidak selalu harus penuh ambisi, tetapi juga perlu ruang untuk damai dalam hati. Karena itu para Bhiku justru mengajarkan tentang arti melepaskan, di saat manusia sibuk mengejar segalanya.
Acara Pawai pelepasan hari ini menjadi ruang perjumpaan lintas elemen masyarakat dalam semangat toleransi, kedamaian, dan harmoni antarumat beragama di Banyuwangi. (Fwd/Azze)
.jpeg)