TEGALDLIMO – Suasana di Balai Nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tegaldlimo tampak lebih sibuk dari biasanya pada Selasa (12/05/2026) siang. Agenda hari ini menandai dua tonggak penting bagi institusi di bawah naungan Kementerian Agama tersebut: transisi kepemimpinan sementara dan persiapan teknis ibadah besar umat Islam, Idul Adha 1447 H.
Penyegaran Birokrasi: Selamat Datang Bapak Saifudin Zuhri
Acara diawali dengan prosesi pengenalan Bapak Saifudin Zuhri, S.Ag. sebagai Pelaksana Harian (Plh.) Kepala KUA Tegaldlimo. Kehadiran sosok Saifudin Zuhri diharapkan mampu membawa angin segar sekaligus menjaga ritme kerja yang sudah berjalan baik di lingkungan KUA tersebut.
Dalam sambutan perdananya, Saifudin tidak hanya memperkenalkan diri secara personal, tetapi juga memaparkan visi manajerialnya selama masa transisi. Beliau menekankan bahwa KUA adalah garda terdepan Kementerian Agama yang bersentuhan langsung dengan denyut nadi masyarakat.
"Amanah ini adalah tanggung jawab kolektif. Saya hadir untuk memastikan bahwa pelayanan publik, mulai dari urusan pernikahan hingga bimbingan keagamaan, tetap berjalan maksimal tanpa hambatan birokrasi sedikit pun," tegas Saifudin di hadapan seluruh staf dan penyuluh.
Matangkan Persiapan Rukyatul Hilal Awal Zulhijah 1447 H
Tanpa jeda panjang, kegiatan langsung bertransformasi menjadi forum diskusi teknis yang krusial, yakni Rapat Koordinasi Perdana Penentuan 1 Zulhijah 1447 H. Mengingat signifikansi bulan Zulhijah sebagai bulan haji dan kurban, ketepatan waktu dalam pelaksanaan rukyatul hilal menjadi prioritas utama.
Rapat ini menjadi istimewa karena mengedepankan prinsip transparansi dan inklusivitas dengan menghadirkan perwakilan dari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Tegaldlimo. Sinergi ini bertujuan untuk menyatukan persepsi serta kesiapan teknis antara otoritas pemerintah dan organisasi kemasyarakatan Islam.
Membangun Harmonisasi Umat
Kehadiran pengurus MWC NU Tegaldlimo dalam rapat ini mendapatkan apresiasi tinggi dari Plh. Kepala KUA. Menurutnya, keterlibatan ormas Islam adalah kunci utama dalam menjaga kondusivitas dan kepercayaan masyarakat terhadap keputusan-keputusan keagamaan yang diambil pemerintah.
“Rukyatul hilal bukan sekadar rutinitas astronomis, tapi ini adalah bagian dari khidmah kita kepada umat. Dengan duduk bersama MWC NU, kita menunjukkan bahwa pemerintah dan ulama berjalan beriringan untuk kemaslahatan masyarakat Tegaldlimo,” tambah Saifudin Zuhri.
Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari ini ditutup dengan doa bersama, menandai kesiapan penuh seluruh jajaran KUA Tegaldlimo dalam menyongsong bulan suci Zulhijah 1447 H dengan semangat baru dan koordinasi yang lebih solid. (WH)
