KUA SRONO, BANYUWANGI 17 Juni 2026 – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Srono bergerak
cepat merespons program inovatif Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa
Timur. Melalui jajaran Penyuluh Agama Islam fungsional dan honorer, KUA Srono
kini tengah gencar turun langsung ke lapangan untuk menyisir dan mendata
seluruh masjid serta musholla di wilayah Kecamatan Srono demi mewujudkan Program Album Digital.
Langkah
nyata ini diambil untuk melakukan digitalisasi arsip rumah ibadah secara
menyeluruh. Terlihat di lapangan, tim penyuluh yang digawangi oleh Badrul Komari, Muh. Khoiruddin, dan
Saiful Bahri
menyisir satu per satu rumah ibadah di wilayah kerja KUA Srono tanpa terlewat.
Mereka mengumpulkan data manifes, dokumentasi fisik, hingga legalitas tanah
wakaf.
Maksud dan Tujuan Digitalisasi
Arsip Masjid & Musholla
Digitalisasi
ini bukan sekadar pemindahan data dari kertas ke komputer, melainkan sebuah
langkah strategis dengan tujuan besar:
·
Peta
Dakwah & Akurasi Data: Menyediakan
basis data (database) yang valid, mutakhir, dan mudah diakses mengenai jumlah
serta kondisi riil masjid dan musholla di Kecamatan Srono.
·
Percepatan
Sertifikasi & Legalitas: Mempermudah
pemantauan status tanah (wakaf/hak milik) dan nomor ID Masjid (SIMAS) guna
menghindari sengketa lahan di masa depan.
·
Transparansi
dan Integrasi: Membantu masyarakat dan
pemerintah dalam memetakan potensi syiar Islam, penyaluran bantuan yang tepat
sasaran, serta integrasi program keagamaan berbasis digital di Jawa Timur.
·
Penyelamatan
Aset Sejarah: Mendokumentasikan
arsitektur, sejarah pendirian, dan profil pengurus (takmir) agar tersimpan aman
dalam ruang digital (cloud) yang bebas dari risiko kerusakan fisik atau
kehilangan arsip tradisional.
Penyuluh
Menyisir ke Lapangan
"Kami
berkomitmen untuk memastikan tidak ada satu pun musholla atau masjid di pelosok
desa wilayah Srono yang terlewat. Semua harus masuk dalam Album Digital
ini," ujar Badrul Komari di sela-sela kegiatannya melakukan pendataan.
Senada dengan hal itu, Muh. Khoiruddin dan Saiful Bahri menambahkan bahwa respons para takmir masjid sangat positif. Kehadiran para penyuluh di lapangan juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog untuk menyerap aspirasi jamaah serta memberikan edukasi terkait manajemen kemakmuran masjid di era modern.
Dengan
adanya Album Digital ini, diharapkan KUA Srono dapat menjadi pelopor tertib
administrasi rumah ibadah digital di Kabupaten Banyuwangi, sekaligus memudahkan
masyarakat luas dalam mengakses informasi keagamaan secara cepat dan akurat. (idaer)

