​Perkokoh Pondasi Rumah Tangga, KUA Tegaldlimo Gelar Bimbingan Perkawinan bagi Belasan Calon Pengantin

 


TEGALDLIMO – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tegaldlimo kembali menunjukkan komitmennya dalam menekan angka perselisihan rumah tangga dan perceraian dini di wilayahnya. Melalui program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Pranikah, KUA Tegaldlimo membekali para calon pengantin (catin) dengan ilmu kesiapan mental, spiritual, dan psikologis.

​Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diselenggarakan di Balai Nikah KUA Tegaldlimo (03/06) dan diikuti oleh 18 peserta (9 pasang calon pengantin). Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, KUA Tegaldlimo menghadirkan dua pemateri ahli yang mengupas tuntas dua pilar utama dalam ketahanan keluarga: aspek spiritual-keagamaan dan aspek psikologis.

​Membangun Pilar Sakinah Berlandaskan Agama

​Sesi pertama dibuka secara mendalam oleh Fazza Rousi, yang memaparkan materi krusial mengenai "Membangun Keluarga Sakinah". Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah tidak tercipta secara kebetulan, melainkan harus direncanakan dan diperjuangkan bersama oleh suami dan istri.

​Fazza menggarisbawahi beberapa poin penting dalam mewujudkan visi tersebut, di antaranya:

  • Penguatan Fondasi Spiritual: Menjadikan ibadah dan syariat agama sebagai kompas utama dalam mengambil keputusan rumah tangga.
  • Hak dan Kewajiban yang Seimbang: Memahami peran masing-masing secara proporsional demi menghindari ego sektoral setelah menikah.

  • Manajemen Konflik Islami: Menyelesaikan dinamika perbedaan pendapat dengan cara komunikasi yang santun (mu'asyarah bil ma'ruf), bukan dengan kekerasan atau ancaman.

​"Pernikahan bukan hanya tentang menyatukan dua insan, tetapi menyatukan dua isi kepala dan latar belakang yang berbeda untuk satu tujuan ibadah yang panjang," ujar Fazza di hadapan para peserta.

Mengurai Isu Mental Lewat Psikologi Keluarga

Memasuki sesi kedua, suasana bimbingan menjadi lebih interaktif saat Sulis Nuhriyati Saudiyah menyampaikan materi mengenai "Psikologi Keluarga". Materi ini dirancang untuk membuka mata para calon pengantin tentang pentingnya kesehatan mental dan kematangan emosi di era modern.

​Sulis membedah dinamika psikologis yang kerap memicu keretakan pada tahun-tahun awal pernikahan. Beberapa bahasan utama dalam sesi ini meliputi:

  • Seni Komunikasi Asertif: Cara mengungkapkan keinginan dan kekecewaan kepada pasangan tanpa harus menyakiti perasaan.
  • Peta Emosi Pasangan: Memahami perbedaan cara pria dan wanita dalam merespons stres, kelelahan, dan tekanan ekonomi.
  • Kesiapan Menjadi Orang Tua (Parenting): Mengelola ekspektasi dan menyamakan persepsi dalam pola asuh anak kelak, guna memutus rantai trauma masa lalu (generational trauma).

Para peserta tampak antusias, terbukti dari banyaknya ruang diskusi dan tanya jawab interaktif terkait cara meredam ego serta menghadapi kejenuhan dalam hubungan.

Langkah Preventif Ketahanan Keluarga di Tegaldlimo

Kepala KUA Tegaldlimo menyampaikan bahwa program Bimwin ini merupakan agenda strategis dan wajib bagi para catin sebelum melangkah ke jenjang akad nikah. Melalui pembekalan 18 peserta ini, diharapkan angka ketahanan keluarga di Kecamatan Tegaldlimo semakin meningkat.

​Dengan selesainya kegiatan ini, 18 peserta yang hadir tidak hanya pulang membawa buku saku perkawinan, tetapi juga kesiapan mental yang jauh lebih matang untuk mengarungi bahtera rumah tangga yang kokoh, sehat, dan bahagia. (Wah)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama