KUA SRONO - BANYUWANGI, 16 Juli
2026 – Memasuki pertengahan bulan Juli 2026, suasana di
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Srono mulai menunjukkan kesibukan yang
berbeda. Seiring dengan berakhirnya bulan Muharram atau yang masyarakat Jawa
kenal sebagai bulan Syura, geliat pelayanan pernikahan di wilayah kerja KUA
Srono kini kembali berjalan normal.
Sebagaimana diketahui, bulan
Muharram/Syura kerap dianggap sebagai waktu yang kurang lazim bagi masyarakat
untuk menggelar hajatan besar, termasuk pernikahan. Hal ini tercermin dari data
pembukuan di KUA Srono, di mana sepanjang bulan tersebut, tercatat hanya
terjadi 5 peristiwa pernikahan.
Namun, memasuki bulan Shafar,
angka tersebut diprediksi akan melonjak signifikan. Kepala KUA Srono, Fahrus Shoffi, menuturkan bahwa transisi bulan ini
langsung membawa dampak pada frekuensi pelayanan pernikahan.
"Memasuki awal bulan
Shafar ini, kami sudah mulai melayani 3 pelaksanaan pernikahan. Kami melihat
trennya akan terus meningkat di hari-hari berikutnya," ujar Fahrus Shoffi
saat memberikan keterangan, Kamis (16/7/2026).
Fahrus menambahkan bahwa masa
"rehat" bagi para penghulu di wilayah kerjanya dapat dikatakan telah
usai. Berdasarkan jadwal yang masuk ke meja pelayanan KUA Srono, antusiasme
calon pengantin untuk melangsungkan ikatan suci di bulan Shafar ini sangat
tinggi.
"Jika bulan lalu cukup
tenang, bulan Shafar ini sudah terjadwal tidak kurang dari 40 calon pengantin
yang akan melangsungkan pernikahannya di wilayah kerja KUA Srono,"
tambahnya.
Dengan kembali normalnya
intensitas pernikahan ini, pihak KUA Srono menyatakan siap memberikan pelayanan
terbaik bagi warga yang akan melangsungkan akad nikah. Kesiapan petugas
penghulu dipastikan terjaga untuk mengawal seluruh rangkaian prosesi pernikahan
yang telah dijadwalkan hingga akhir bulan nanti.(idear)
